Jumat, 30 November 2012

DreamLand in RealLife

Anda punya mimpi? Aku rasa semua pasti punya, bila anda bertanya apa mimpiku, maka aku menjawab, aku ingin mengelilingi dunia, dan membuat dunia mengenaliku, melihat indahnya setiap sisi dunia dengan cara pandangku. Mereka memanggilku sang pemimpi besar, dan ku katakan “Yes ! i’m a bigger dreamer”.
Aku adalah seorang gadis yang bekerja untuk mimpiku, yah aku bekerja untuk mengubah mimpi itu menjadi nyata, mengubah helai demi helai lembaran mimpi yang telah ku tulis, ku tulis mimpi itu dan menjadikannya nyata untukku bahkan untuk dunia. Aku rela menyakiti batin dan raga ini untuk membuat mimpi itu nyata, mengorbankan masa – masa remaja ini dengan belajar, usaha, juga upaya untuk menggapai mimpi, tapi aku percaya tiada yang sia – sia di dunia ini, karena apa yang telah kau dapat saat ini sesungguhnya itu adalah balasan apa yang telah kau lakukan dulu.

Kalian boleh memanggilku bodoh karena aku telah mengorbankan masa remajaku untuk sebuah mimpi yang anda bilang belum tentu menjadi nyata, tapi ku katakan pada anda semua, aku adalah gadis yang hidupnya berkidung mimpi, aku masih mampu menikmati masa remajaku walau dengan cara yang berbeda dari anda, yang anda bilang caraku terlalu membosankan, tapi setidaknya cara membosankan milikku itulah aku menikmati hidupku menjalankan dua hal saling beriringan, bagaikan pepatah yang mengatakan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, aku melakukan hal itu, aku tidak ingin menyianyiakan hidup dengan hal yang sangat tidak berguna. Setiap hari aku membuka daftar check list mimpiku dan melihat seberapa jauh pencapaianku dalam mimpiku.

Sempat terlintas dalam benak ku untuk menghapus mimpiku, tapi pikiranku mengatakan jangan hapus mimpi itu, karena bila kau menghapus mimpimu maka semakin sia – sia saja hidup ini, lalu dengan segera aku membangun kekuatan tersendiri dalam hidup untuk mimpiku, walau penghalang sudah membangun temboknya sendiri, membangun tembok penghalang yang lebih kuat dan lebih kokoh dari sebelumnya, tapi bila kau punya alat maka kau mampu mendaki tembok penghalang itu dan menemukan mimpi itu, dan itulah yang kulakukan saat ini, aku sedang di dalam proses yang kusebut dengan mengumpulkan alat untuk mendaki tembok penghalang itu, bila alatku sudah siap aku akan mencari cara untuk menggunakan alat tersebut, bila cara sudah ketemukan maka aku akan mengumpulkan kekuatan untuk mendaki kemudian aku memulai pendakian yang begitu sulit, dan takkan mau untuk mundur lagi, hingga aku mampu menggapai puncak tembok itu, begitulah aku menggambarkan diriku dalam meraih mimpi.

Aku bermimpi, kemudian aku mencoba, dan aku terus meraih dan mengubahnya menjadi nyata, aku sangat meyakini tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bila kau punya kekuatan untuk melawan dunia, dan jangan pernah percayai apa yang orang katakan tentang mimpimu cukup percayai mimpimu dan buat itu menjadi nyata, tetaplah bertarung untuk mimpi, jadilah kuat untuk mimpi, hidup ini adalah pilihan, kau ingin hidupkan mimpimu di dunia nyata atau menghidupkan dunia nyatamu dalam mimpi.

By : Arika Chendra Shely, kom’12
   

Sang Juara Seni


Grasia lenata lingga begitulah lengkap dari dara cantik mantan pimpinan redaksi bahana suara komunikasi (BASKOM) yang satu ini.
bengkulu,19 oktober 2012 pukul 16:14 grasia lenata lingga, tinggal di medan baru no 21 pematang gubernur bengkulu kuliah di universitas bengkulu fakultas isifol jurusan ilmu komunikasi angkatan thn 2010
grace menceritakan tentang dia karena selama ini menjadi mahasiswa berprestasi tingkat universitas bengkulu, dan mengatakan tentang(baskom) bahana swra komunikasi di universitas bengkulu

kegiatan yang pernah berprestasi seperti :
-juni lalu, arung sejara bahari sumbar, wakil dari universitas bengkulu
- peksimas xi lombok , penulisan puisi harapan 1
- juara 1 penulisan puisi tingkat universitas bengkulu2012
-juara 2 pembacaan puisi, seni minat dan bakat tingkat universitas bengkulu 2012
-juara 3 penulisan puisi tingkat nasional via online
- kamp, mahasiswa di jakarta agustus 2012
kemudian kalu pengalaman dari kegiatan baskom bahana swra komunikasi gres mengatakan baskm itu melalui belajar bagaimana menjadi seorang wartawan yang baik, bagaimana kalau setiap apa yang di krjakan salah, terus wajub di perbaiki bersama kelompok yang jadi wartawan.

lewat baskom juga gres berani menetapkandiri setelah kulia masuk semester 5 mengambil peminatan gres mengambil peminatan jurnalistik dan gres tahu bagaimana sistem dalam ruang proyeksi, seperti mengatur jadwal, membuat berita dll

 setela itu gres membuat bagaimana supaya baskom selalu siap terbit, gres mengatakan kegiatan baskom itu biasanya ada pelatihan-pelatihan jurnalistik seperti fhotografer dan wawancara sebagai cara kita untuk memberikan semangat dan melatih para anggota baskm , karena kegiatan tesebut sangat menyenangkan kadang berada di luar kampus universitas bengkulu seperti di pantai panjang dan di benteng ,malioboro , dan juga biasanya praktek ke lapangan langsung dengan di dampingi oleh satu pemateri yang di undang dari luar, dan juga membuat kita semakin semangat.

sesudah mendapat ilmu bisa juga saling sering , tanya jawab dan memproses membuat baskom supaya menjadi lebih baik. (Sri_Red)

Undangan Spesial Hinata

Aku merasa tak di anggap di sekolah ini, semuanya menjauhiku, apa karena keterbatasanku ini, aku tak ingin di lahirkan begini tapi tuhan berkehendak lain, semuanya terlalu susah untukku. Aku susah berbicara sejak aku kelas 5 SD karena dulu aku pendiam, sekali ngomong aku sendiri lupa apa yang ingin aku katakan, sampai sekarang aku terbawa dengan kegagapanku. Tetapi walau begini aku hanya seorang manusia biasa yang ingin mempunyai teman yang banyak dan tak ingin merasa sendirian lagi, “ Hinatachan,,,kenapa sendirian..!!” swara merdu dari seorang cewe berambut pink.  “ Sa..sa..ku..u..ra chan..enggak ..ko..kok, hina..la..lagi sa..san..tai aja..sory..y..ya..ngom..mong..aja..su..su..sah..amat…!!”,Sakura tersenyum mendengar kata maafku. “ kok minta maf sich, santai aja kali,,eh aku dapet undangan ultah naruto nich, hina dapet gax ?” . aku menunduk dan menggeleng, “ kok enggak dapet, teman-teman satu sekolah sudah dapet semua termasuk aku dan Sasuke , wah cari rusuh si Naruto itu ya, masa sahabatku gx di kasih” Sakura mulai marah, “ su..su..dahlah sa..sakura..a..aku kan ti..tidak di..diang..gap..a..ada..dididi sasana.!” Sakura memelukku, “ gx kok hina, kamu gak seburuk itu, kamu adalah teman yang sangat baik, dasar mereka ajah yang gak mau tau.!” Sakura mencoba menenagkanku, dia memang sahabatku yang paling mengerti apa yang aku fikirkan dan aku rasakan.
“ huh…gagap bersedih hati tuh, hey Neji kun itu kan sepupumu, sana bawa pulang gih, mules aku mendengar suwaranya, hahaha” swara Joji menambah sakit hatiku, “ hah sepupu siapa, aku gax merasa tuh,!” Nejipun mengejekku. “ hey gembul, jangan dulu kau mengajek orang sebelum kau lihat tubuhmu yang bak gajah bunting itu” “ hey rambut pink jelek, kau berani kepadaku hah..” Joji berjalan ke arah Sakura. “ siapa yang takut pada cowok pengecut sepertimu.” “ KAU..” sakura masih memelukku “ awww..ampun….aa..” aku mendirikan kepalaku dari sakura yang mendekapku, “ kau hanya berani dengan perempuan hah…” seorang laki-laki membela kami, dengan sigap laki-laki itu memelintir tangan joji yang semula berniat meninju Sakura “ ampun…aku tidak akan mengganggu Sakura lagi Sasuke..maafkan aku..awww,,!
“ kenapa minta maaf denganku, minta maaflah kepada dua orang cewe yang sedang kau jahili..!”
 “ iya,iya,,Sakura, Hinata maafkan aku ya..awww…ampun Sasuke..ampun..!!”
“ sekarang pergi..!” Sasuke melepaskan tangan Joji dan tidak menghitung lagi mereka yang mengejekku tadi berlari tak tentu arah, yang satu ke barat dan yang satu lagi ke timur.” Sasuke yang dari tadi membelakangi kami sekarang berbalik arah “ kalian tidak apa-apakan, sakura, hinata kenapa ? kau apakan dia..?”
“ tidak aku apa-apakan kok, Naruto tidak memberi dia undangan ultah,” sasuke memandangku dengan tatapan kasihan, “ ta..tank’s yaya sasukekun..ga..gak a..apa-apa kokok..mu..mungkin na..narutokun lulupa,aatau aapa..!”
“ nanti aku tanyakan ya hina, tentang undangan untukmu.!” Sasuke masih kasihan denganku, karena matanya memandangku tak seperti biasanya.
“ ga..gak usah sa..Sasukekun.!” aku tersenyum kecil, Sakura memandang sasuke kemudian menggeleng memberi isyarat bahwa aku sangat tidak suka untuk di kasihani. “ oke baiklah hina, aku tak akan pergi ke ultah ini bila kalian tidak ikut!” sasuke merobek undangannya , “ aku juga ahhh kayaknya seru merobek undangan..” kreekkk undangan yang sangat indah itupun tak berbentuk lagi, aku berusaha menahan mereka tapi terlambat kedua undangan itu sudah almarhum. “ ka..kalian memang te..teman ku yang ba..baik..bang..nget..!” “ kamu juga..” jawab sasuke dan sakura barengan, hahaha..

    Ultah naruto tingal 2 minggu lagi, tetapi naruto tak memberikan tanda-tanda mau mengundangku, teman-teman mulai berencana shooping , beli pernak-pernik penghias diri mereka untuk di pakai di ultah termegah di konoha city, karena Naruto adalah anak pak Yondaime seorang mantan presiden keempat di konaoha city ini.
“ hey hinata, kau pakai apa nanti di malam ultah Naruto..?” Karin bertanya dengan gaya centilnya, aku hanya menunduk dan menggeleng “ oh iya ya, hinatakan miskin gax punya uang untuk belanja,” teng teng teng “ oops, itu bel pulang sekolah ya, sudah ya hina, aku mau pulang terus shooping ma ten-ten and temari duyu baye..”, setelah meladeni kelebayan Karin akupun bersiap-siap untuk pulang, tap tap tap bau farfum naruto, benar itu dia..naruto masuk dari luar kelas untuk mengambil tasnya, aku berniat untuk menyapanya, tapi aku berfikir itu hanya akan membuat aku malu saja dengan kegagapan ini.“ hai Hinata, pulang duluan ya…!!” Naruto menyapa sambil berlalu, aku terdiam tak di sangka dia menyapaku, baru kali ini dia menyapaku, oh tuhan mimpi apa aku tadi malem, cowo secool naruto menyapaku hari ini. Masih tak percaya ku sandang tasku untuk pulang

    Hari-hari berlalu, sampai akhirnya lusa adalah hari ultah naroto yang ke 17 tahun, nampaknya memang aku tak di harapkan untuk hadir di sana, Naruto tidak pernah merasa bahwa dia lupa sesuatu, lupa akan sesuatu yang penting bagiku, walau Sasuke dan Sakura sudah mengorbankan undangan mereka demi menemaniku yang sama sekali tak berguna ini,,sep..aku menoleh ke arah Naruto yang tempat duduknya tepat di ujung sebelah kiriku, ku pandangi dia yang tengah asik memainkan pena di jarinya, tampaknya dia boring banget dengan pelajaran guru Kurenai ini , geografi,,sebenarnya aku juga sedikit tidak suka dengan geografi,aku masih memandangnya dengan sedikit melamun tak karuan, set,,aku tak menyadari dari tadi dia juga memandangku, dia tersenyum, cepat-cepat aku menunduk, dalam hati aku terus memaki diriku,, “bobodoh,,hina bodoh…”
“ HINATA!” aku masih menunduk “ HINATA!!!!”
“ yaya bobodoh…” hahahahhahahahaha swara tertawa teman-teman sekelas riuh
“ KELUAR KAMU…!!” swara guru Kurenai membentakku, dengan lemas aku berdiri, aku melihat ke arah Naruto lagi, tetapi sekarang Naruto menatapku dengan cemas, dan juga tadi sewaktu guru Kurenai membentakku tak sedikitpun ku dengar swara Naruto, apa dia juga kasihan denganku ya..? huh..jangan mimpi Hina, mana mungkin Naruto simpatic denganmu..aku keluar dengan lemas. Di luar kelas aku duduk di taman sekolah dengan sedikit menangis, aku berharap ada peri di taman ini seperti cerita cinderella dan peri itu bersedia membuat aku tidak gagap lagi dan menggerakkan hati Naruto agar mau mengundangku. Tapi , itu hanya khayalku dan takakan pernah terjadi. Tak beberapa lama, tiba-tiba…..
“ Hina, kau kenapa tadi…?” aku terdiam, swara itu membuatku gemetar, mungkinkah,,mungkinkah
“ Hinatachan..” aku berbalik dan masih terdiam “ kenapa !” cowo itu duduk di kursi taman di depanku..
“ na..naruto..!” aku terpana memandang seorang cowok yang aku fikir tak akan memandangku…
“ kenapa,,? Aku gax boleh di sini iya ?”        “ bubukan gigigitu,,so so ry, a..aku iini ga..gap,”
“ memangnya kenapa kalo gagap?” “ aaku malu sasama nanaruto, aaku kan cacat sem..semua ooorang didi ssekolah ini bebebenci de..dengar aaku bi..bicara..ka..kata mereka gak jejelas..”
“ hus, apaan sih cacat-cacat apaan.? Kamu sama kok dengan cewe lainnya, malahan kamu lebih dari mereka,,,!!” aku terdiam dengan kata-kata Naruto, apa itu dari hatinya atau hanya ingin menghiburku.
“ lelebih dadari mananya? Aaku ini jejelek, gagap, kukuper….”
“ cantik, lembut, gax banyak omong dan..”
“ maaf tuan ini ada telfon dari papi tuan” pengawal setia Naruto menyela kata-kata Naruto yang apabila di teruskan akan mampu membuat aku terkena serangan jantung seketika. “ maaf ya hina, aku harus terima telfon sebentar.” Aku yang udah merasa gi mana gitu, gx bisa berkata apa-apa lagi. Beberapa saat aku menunggu dan berharap dia akan datang kembali, tetapi saat itu juga aku melihat mobil Naruto berlalu di luar gerbang sekolah, aku hanya bisa melambaikan tangan,, hey…bodoh kenapa aku tidak bertanya tentang undangan ultahnya ya…
“ hinatacan…!!” Seseorang menepok pundakku,,, 
“ bodoh…” 
 “ apanya yang bodoh !”
 “ eh Sakura..maaf,,”
 “ cie..lagi ngelamunin apan sich..!!”
“ enggak kok..aku lagi menyendiri ajah..”
 “ hinachan, kau bisa ngomong lancar..”
 “ hah…PAIT..PAIT…PAIT…wah aku bisa bicara…hah…keajaiban, oh tuhan terima kasih, aku sudah bisa ngomong..hah…aku senang..sakura..sakura..sakura……kau memang peri yang di utus tuhan, oh..terima kasih…” aku jingkrak-jingkrak dengan memegang tangan sakura.
“ hey apaan sih..ada apa dengan PEIN ?” Sasuke muncul dengan tiba-tiba entah dari mana asalnya, yang jelas Sasuke udah di sana. “ hey jelek, bukan PEIN, Hinachan udah bisa bicara lancar sekarang,,ckckck kupingmu udah ketutupan rambut tuh…!!” Sakura mengejek Sasuke
 “ Sasuke…aku bisa ngomong lagi…aku bisa ngomong lagi….!!”aku terlalu histeris, Sasuke hanya tersenyum “ aku turut senang mendengarnya hina…!!”
“ hey bodoh, kamu gax mau jingkrak-jingkrak juga ?” Sakura meledek Sasuke lagi “ ngapain aku jingkrak-jingkrak, ntar ketampananku luntur tau..”
“ wuih..sok ganteng dia hina…eh aku tampar jelek kau sasuke..”
 “ coba aja kalo bisa we…hina help me..” sasuke ngumpet di pundakku dengan masih mengejek sakura. Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua, tank’s ya tuhan karena engkau sudah memberi sedikit keajaibanmu kepadaku.


Malam pesta ultah naruto.. di rumah naruto yang udah kayak gedung merangkap istana, bayangin aja sendiri, ngerias itu rumah aja perlu waktu 2 minggu dan para tukang ngedekorasi sekarang semuanya lagi terkapar di UGD cz kecape’an ckckckck kasihan..kasihan..kasihan…!!
“ semua tamu udah datang tuan, boleh kita buka acaranya..!!”
“ sebentar, periksa lagi buku tamu gih, apa Hinata Hyuga udah tertera di sana, kalau belum acara tidak akan aku buka.!”
 “ baiklah tuan…” pelayan Naruto bergegas ke tempat penyambutan tamu,
 “ Hinata kemana sih, jam segini kok belum dateng juga, undangan untuk dia, Sakura, dan Sasuke kan sudah aku buat jamnya lebih awal dari tamu lainnya kok malahan mereka bertiga yang ampe sekarang gax kelihatan…?” naruto berkata sendiri,
 “ maaf tuan, di buku tamu belum ada yang bernama Hinata Hyuga,”
 “ kalo Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura?”
“ belum ada juga tuan.”
“ coba periksa lagi, dengan cermat CEPATLAH..” bentak naruto
“ baik..baik tuan..!” tiba-tiba pok…pundak Naruto di tabok seseorang, Naruto berbalik,
“ selamat ultah naruto..!!” seorang cewe berambut pirang panjang dan bermata biru menyapa naruto kemudian memberikan kado kecil kepada cowok pirang itu, “ tank’s Ino..! eh kok tidak bersama Sakura, kan rumah kalian deketan?” “ enggak, katanya sich enggak ada undangan,” “ eh…kemarenkan udah di kasih semuanya,” “ katanya, undangan Sakura dan Sasuke mereka robek karena Hinata tidak mendapatkan undangan jadi mereka tidak mau ikut jika Hinata tidak ikut gitu,,” naruto berfikir sejenak.. “ oh astaga…aku lupa..!! silahkan nikmati pestanya” Naruto berlari ke mobil, menghidupkannya kemudian menancap gas sekuat yang dia bisa lalu brummm syut…..hilang di telan kegelapan. Ino hanya geleng-geleng melihat kelakuan Naruto.

“ hinata…hinata..!!” Sasuke dan Sakura memanggil Hina bersamaan,
“ tunggu bentar, aku lagi ganti baju!”swara hinata dari dalam rumah “ kenapa kau ikut-ikut hah..” sakura memulai perkelahian “ bukannya kamu yang ikut-ikut..”
 “ yey GR..aku ke sini ingin maen ma hinachan..!”     “ aku juga we”    “ berarti kau yang ikut-ikut aku” sakura mengulang perkataannya berkali-kali hingga Sasuke tak punya kesempatan untuk berbicara. “ iya-iya dech aku yang ngikut kamu,, puas..!” Sasuke mengalah “ hehe kau kalah…!!” sittttt….swara ban mobil menarik perhatian Sasuke dan Sakura, tak berapa lama seseorang keluar dari mobil itu dan berlari ke arah Sasuke.. “ sasuke, mana Hinata,,?”
“kenapa kau kemari hah…masih ingat kau dengan Hinatachan?” sakura menyela pertanyaan naruto. “dia di dalam sedang ganti baju,!”
“ aku sudah siap !!” hinata keluar ,,cantik banget dengan rambut terurai panjang dan pakek jaket kesayangannya. “ hina…!” naruto terpana, hina mengankat kepalanya dan melihat sesosok Naruto dengan jas hitamnya ada di depan..
“ naruto,,kenapa kau di sini, acaranya gimana ?” “ gax akan bisa berjalan tanpa ada kau hinata,,eh..kau tidak gagap lagi..!” Sakura menarik Sasuke untuk menjauh dari Naruto dan Hinata kemudia mereka melanjutkan pertempuran mereka dekat mobil Naruto yang terparkir jauh di belakang..kembali ke Hinata lagi..
“ aku kan tidak di undang, jadi aku tidak berhak untuk datang dan aku fikir aku hanya akan merusak acara megahmu jika aku dateng ke sana..!” aku menunduk, “darimana kau mendapat fikiran itu..! malah kau adalah tamu yang sangat aku tunggu-tunggu hina..maafkan aku, aku lupa memberikan ini ke kamu,” Naruto mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya, “ apa ini..?” “ buka aja sendiri !” aku membukanya perlahan dan ternyata itu kalung….oh..indah banget, di sana juga ada sebuah kertas yang di lipat-lipat kecil,,aku ambil kertas itu terlebih dahulu, to : Hinata Hyuga agar hadir pada jam 19.00 untuk pesta ultah Naruto yang ke 17. hina dateng ya..aku mau kamu menunjukkan ke semua orang kamu itu pantes untuk menjadi teman yang baek bukan pantes untuk menjadi ejekan. “ ini undangan spesial untuk hina yang lupa untukku berikan. Maukah kau memaafkan aku..? dan mau datang ke ultahku malam ini.?” Naruto mengucapkan itu semua dengan pelan dan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal habis olahraga malem berlari dari mobil ke rumah hinata tadi. “ ya tuhan naruto, kau kemari hanya untuk memberikan ini kepadaku..!!” aku memandangi wajah naruto yang menunjukkan kata “ please…hinata..” aku mengangguk,
 “ yess…boleh aku pakaikan..” aku tersenyum menahan rasa seneng, lalu naruto menggandengku untuk ke mobilnya, Sasuke dan Sakura yang berada di sana terkejut melihat perubahan drastisku. Naruto membawa kami bertiga ke pestanya dan menghabiskan malam bersama Naruto adalah hal yang paling tak akan bisa ku lupakan dalam hidupku, terima kasih tuhan kau telah banyak memberikan keajaiban padaku.
Sekarang semua teman-teman di konoha high school tak lagi memandangku sebagai seorang anak cacat, tetapi mereka semua malah menjadi sahabat terbaikku, terutama Naruto, seseorang yang sangat aku suka sekarang tidak hanya di khayalku lagi tetapi sekarang semuanya sudah menjadi nyata, ingatlah sesuatu yang tak mungkin terjadi pasti akan terwujud jika kau percaya pasti tuhan akan berikan jalannya.



By : Wita kom'11

Menyapa dengan Senyuman

Aku adalah malam
dingin menusuk tulang putih
selimuti lelap insan letih
gelap, tanpa secercah cahaya

ketakutan malam adalah jiwa ku
mungukir tinta hitam di atas kertas putih
goresan luka terukir indah di arsip cinta
debu,selimuti sampul indah tahun lalu
seperti malam selimuti alam

dekap aku kasih
jika malam takutkan mu menyusuri jalan
karena aku adalah malam itu.

jangan takut kasih,
aku akan selalu mengisi celah di antara jemari mu
menuntunmu menyusuri dalamnya samudra cinta

ketika kedamaian menyambut cinta kita
saat itu,biarkan cintaku menyapa mu dengan senyuman


By : Wiri kom'12


Pemateri Seminar Nasional, Penulis Novel terkenal

Untuk meningkatkan minat baca dan keinginan menulis teman-teman, UKM Kerohanian Universitas Bengkulu pada hari ini, 22 November pukul 08.00 wib kembali mengadakan seminar nasional di GSG(Gedung Serba Guna) dengan tema “Karyaku untuk Gema Bangsaku” , yang dipaparkan oleh penulis novel yang sangat luarbiasa yakni Habiburrahman El-Shirazy, seminar ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai UNIVERSITAS di Bengkulu.


Kebebasan

Sebuah kata  seribu makna
Yang telah terucap dalam kata
Dengan perjuangan yang ku rasa
Tiada kan pernah ku lupa
Ribuan kali ingin ku mengerti
Arti kebebasan dalam diri
Namun semua tiada arti
Karna hanya mencari sebuah arti

Ku dengar ribuan kata
Dari seribu orang yang berbeda
Kina baru aku tahu arti sebuah makna
Kebebasan dalam bercita cita
Hiduplah dengan seribu cara
Jngan pernah kau ungkap sebuah deritaa
Dengan cita cita terpatri dalam dada
Kan kau raih indahnya dunia

Ingin ku katakan pada seluruh dunia
belajar bukan untuk mengejar kesuksesan
malainkan untuk membesarkan jiwa
maka sukses akan datang menghampiri kita



By : Dwi kom'12

Cinta Untuk Bintang

“Terkadang kau harus melihat dari sisi orang lain juga, tak hanya dari cara pandangmu, tapi juga cara pandang orang lain, agar kau tau kebenaran yang lebih besar.”
***
    Aku tak tau bahwa semuanya kan seperti ini, mereka benar tentang cinta tak selamnaya dapat di ungkapkan, karena teori takkan bisa sama ungkapanya dengan mempraktekkan. Mereka benar dengan ungkapan terkadang cinta tak harus memiliki, dan mungkin hal itulah yang sedang Bintang terapkan dalam hidupnya, tapi kau tau tak selamnya diam itu emas, banyak hal yang salah akan terjadi bila kau hanya diam, termasuk dalam urusan Cinta.
    Aku hanya mampu menatap wajah pucatnya, wajah manisnya yang biasa dihiasi dengan senyum cerianya kini tak lagi dapat kulihat, aku sadar ini semua salahku, aku bahkan mengutuk diriku sendiri bila bintang benar – benar pergi dari dunia ini. Seandainya saja saat itu dia tidak mendorongku untuk menghindari sebuah truck kontaner, mungkin aku yang akan berda di posisinya sekarang, dan aku tak akan mungkin tersiksa menyaksikannya seperti ini.
    Sudah 43200 menit atau 720 jam bintang  tertidur pulas dalam mimpinya, mimpinya tersendiri, mungkin dia sedang berisirahat karena memendam rasa sakit hatinya selama ini, sakit karenaku yang tak menyadari rasanya, aku tau bintang aku pria terbodoh yang menyia – nyiakan cinta tulus dari malaikat berwujud manusia sepertimu, kau bodoh justin.
    “ putra, kau harus makan “ genggaman lembut menyentuh bahuku, suara khasnya yang sangat kukenali, Sari. Seharusnya sejak 2 minggu yang lalu kami resmi menjadi suami – istri tapi karena insiden itu, aku tak dapat meneruskan pernikahan kami, lebih tepatnya setelah aku menerima fakta memilukan sebuah fakta yang selama ini membuatku ragu, fakta bahwa bintang mencintaiku sejak dulu, dan itu begitu menyayat hatiku. Bagaimana tidak ? Bintang sahabatku dan dia selalu mengukuhkan bahwa tak boleh ada rasa cinta di antara kami, lalu aku mendengar kesaksian Hary --yang notabane kuketahui dia menyukai bintang—yang mengatakan bahwa bintang mencintaiku, ini adalah hal terkonyol, baiklah ku akui sangat senang begitu mengetahui dia mencintai ku berarti dia mampu membalas rasaku yang telah lama ku simpan dengan rapat dan menjadi rahasia di hati kecilku untuknya rahasia bila dalam diam aku mencintainya, tapi ayolah mengapa harus sekarang fakta itu terungkapkan, saat aku sudah mampu menemukan wanita yang mampu mengalihkan pandanganku dari bintang.
    “ Putra, ayolah kau harus makan “ sari menyadarkanku dari ketertegunan, ia merangkul bahuku, aku tolehkan kepalaku menghadapnya dengan lemah, dan selena mengangkat piring yang diatasnya ada spagethi, ku hadapkan lagi kepalaku memandang bintang.
    “ ayolah putra, jangan siksa dirimu “
    “ aku pantas mendapatkan itu sari “
    “ oh ayolah “ sari meletakan piringnya di meja kecil sampingku  “dengar” sari merangkul bahuku “kau tau aksi mu itu takkan mengubah keadaan dan sekarang lebih baik kau makan “ 
    “ aku ingin dia sadar “ sari yang kembali mengambil piringnya menatapku syahdu
    “ aku juga, semua ingin bintang sadar, tapi bukan begini caranya, dan sekarang makan “ dengan senyum khasnya Sari menyendokan spagethi kemulutkan, dan perlawananku kalah bagaimanapun dia benar, aku takkan mampu merubah keadaan dan yang hanya bisa kulakukan sekarang adalah berdoa pada Tuhan agar dia cepat mengembalikan bintangku.
    “ oh Putra hentikan itu ! “ suara nyaring bintang menggema di telingaku bahkan penjuru pantai, dan aku masih sibuk menyalipakan layangannya dengan senar layanganku.
    “ oh Putra kau curang ! “ dengan muka cemberutnya Bintang menghapiriku dengan kaki yang ia jentakkan di pasir pantai ini
    “ hey bintang kau yang curang, ap—aan ini aahh hey ! “ bintang mengelitiku yang sedang sibuk mengulur senar untuk layanganku, gadis ini memang tahu kelamahanku
    “rasakan, rasakan pria usil, ini bayaran karena kau telah memutuskan layanganku “
    “ ah.. oh tidak ! “ suaraku benar benar melemah saat menyaksikan layanganku yang menari dilangit harus turun kebumu dengan lemahnya
    “ hahaha satu sama “ bintang mencibir, aku memelototnya dan dia hanya membalasnya dengan juluran lidahnya “bintang kau harus terima ini” kelemparkan gulungan senar di genggamanku ke pasir pantai dan bersiap mengejarnya tapi bintang tau akalku dan dia langsung berlari, dan hasilnya kami kejar – kejaran di bibir pantai, dan suara tawa kami menggema di penjuru pantai
    “ bintang.. bintang.. “ mengapa semuanya menjadi gelap kemana bintang?
    “ Putra, bangun, kau kenapa ? “ terdengar suara kecemasan seorang wanita, kubuka mataku berlahan, dan berlahan dapat menangkap beberapa titik cahaya dari lampu tidur yang dinyalakan dalam ruangan Bintang dan wajah cemas Sari tepat di depanku.
    “ kau baik – baik saja kan just ? “ tanya Sari dan kubenarkan posisiku menjadi duduk, kepegang kepalaku yang serasa pening
    “ tunggu sebentar “ lalu Sari beranjak menuju meja kecil di sisi tempat tidur rumah sakit Bintang dan menuangkan segelas air putih dlam gelas tinggi kemudian kembali dan duduk di sisi kananku memberika gelas itu kemudian keteguk dan mengembalikannya kepada selena.
    “ mimpi lagi ? “ tanya Sari dan aku hanya mengagguk lemah, sejak aku tahu bintang mencintaiku banyangan aku dan bintang saat kami masih remaja berputar dalam memori otakku dan selalu masuk dalam kehidupan malamku, mimpiku.
    “sebenarnya apa yang kau mimpikan just ? “
    “ maaf Sari, aku belum bisa memberitahumu “
    “ yah aku mengerti, sebaiknya kau tidur lagi “ ucapnya lalu beranjak ke sofa di sebrang sana dan membaringakn badanya dan aku terus memperhatikannya hingga ia terlelap, maaf Sari bukan maksudku untuk merahasiakan hal ini tapi aku rasa cukup kau terluka dan aku tak mau orang lain terluka lagi karna kebodohanku, sudah cukup aku melukai dengan batalnya pernikahan kita, dan kau masih baik mau menungguku walaupun aku berbohong padamu tentang alasanku membatalkan pernikahan itu, bila kau tau yang sebenarnya mungkin kau takkan bersikap sebaik ini padaku lagi bahkan kau akan membenciku bila kau tau aku membatalkan hal itu karena aku raga atas rasaku.
***
    Seliut cahaya mentari menerpa kulitku, mengantarkan hangat kelapisan kulit terluarku yang terasa dingin akibat pendingin ruangan ini. Aku beranjak menghampiri bintang yang masih tetap sama, tak sadarkan diri di atas kasurnya laksana manusia yang tak bernyawa lagi, dia bagaikan mayat, bibir pucatnya, rambut pirangnya sangat kontras dengan kulit putihnya yang pucat itu.
    “ hai bintang “ kuselipkan helai rambutnya ke daun tenlinganya “selamat pagi “ kepancarkan senyum sumringahku dan berlahan memudar begitu menyadari Bintang takkan membalas sapaanku.
    Aku berjalan menghampiri jendela dan menaikan tirainya kubuka daun jendela semerbak anginnmusim gugur menerpa kulitku, getaran dari dalam saku jeans ku mengejutkanku, saat kulihat dilayar Sari menghubungi, kutekan tombol hijaunya
    “ hai “ sapaku lesu
    “ kau sudah bangun ternyata “ ucapnya dan suaranya terdengar begitu tergesa – gesa “maaf aku tidak memberitahumu, kau tertidur sangat pulas dan aku tak tega membangunkanmu, -ehmp, yeah terimakasih- ucap Sari di sebrang sana, aku harus segera pulang ke Bandung kau taukan banyak hal yang harus aku selesaikan “
    “yah aku mengerti, sekarang kau dimana?”
    “di dalam taxi “
    “ kemana ? “
    “ kebandara “
    “ bandara ? mengapa tidak bilang aku bisa mengantarmu”
    “tak perlu, aku bisa sendiri, kau harus jaga bintang, oh yah sampaikan salamku pada bintang dan yang lainnya, dan aku mencintaimu “ ucapnya dan langusng memutuskan smabungan telpon
    “yah aku juga, menyayangimu “ ucap ku mencicit di akhir kalimat bigitu aku menyadari kata apa yang ingin ku katakan tadi dan langsung mengoreksinya, kumasukan kembali handphone kedalam saku jeans ku, dan kembali melemparkan pandangaku ke arah luar jendela, daun – daun yang telah menguning menggugurkan dirinya dengan berhalan terjatuh ketanah yang berumput hijau yang telah berubah warna menjadi kuning kecoklatan karena tertutup guguran daun.
    Entah sampai kapan aku begini, menyimpan semua rahasia yang akan sangat menyakitakan bila faktanya terungkap, tapi yang pasti aku tak mau kehilangan satu di antara dua ini karena kau membutuhkannya, selena dan bintang, maafkan keegoisanku tapi yang pasti aku takkan pernah melepaskan kalian dan bila aku harus kehilangan kalian aku tak mampu karena yang hilang yang akan tersakiti, lebih baik aku yang menghilang.
***


By : Arika Cendra Kasih kom'12

Rabu, 21 November 2012

The Power of Dream's

Baskom Doble Edition #Okt & Nov telah terbit, Bagi yang mau beli silahkan pesan sama Marketing Baskom (Rima Rosita kom'11)
tetap semangat bagi Redaksi Baskom :)
 
 (Dream, try, reach, and make it real)

    Pernahkah anda bermimpi? Jawabannya tentu saja IYA, atau apakah anda mempunyai impian? Pasti pernah bukan? setiap orang pasti mempunyai mimpi ataupun impian, seperti yang mereka katakan bila kau mempunyai mimpi maka artinya kau punya tujuan untuk hidup, bila kau tau tujuan hidupmu maka kau tau kau akan menjadi apa kelak di masa depan. Tapi pernahkah anda berpikir untuk membuat mimpi itu menjadi nyata? Atau bagaimana cara untuk menggapai mimpi itu?

    Pernahkah mendengar tentang cerita Dreamland in Reallife yang menceritakan tentang seorang gadis kecil, yang hidup sebuah desa yang bisa dibilang desa terpencil, dia menyebutkan mimpinya untuk berkeliling dunia, dan mengatakannya pada seluruh penduduk desa, bahwa dunia ini tidak sekecil desa mereka. Dia tau dan sangat yakin dunia itu lebih luas dan dunia akan menampakkan sisi indahnya pada setiap sepasang mata yang melihatnya, tapi semua orang di desa mencemoohnya dan mengatakan bahwa si gadis kecil itu terlalu berlebihan dalam urusan mimpinya, mereka mengatakan pada gadis kecil itu bahwa semua mimpinya itu takkan pernah menjadi nyata, tapi gedis kecil itu percaya dan ia meyakini bahwa ia takkan pernah salah untuk memimpikan hal itu, hingga dewasa menjemput sang gadis kecil, dengan segala upaya untuk mewujudkan mimpinya sang gadis kecil ini mampu menunjukan bahwa ia sudah mampu mengelilingi hampir keseluruhan dunia ini dan gadis kecil ini membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

    Jadi, bila kau punya mimpi maka impikanlah hal itu, serukan kepada dunia dan biarkan mereka semua mendengar mimpimu. Lakukanlah upaya sekecil apapun yang mampu membawamu untuk merubah mimpi itu jadi nyata, karena setiap mimpi mempunyai kekuatannya sendiri untuk menjadi nyata, dan kekuatan mimpimulah yang mampu merubah dunia kita semua. (Arika_Red)

Selasa, 20 November 2012

Cabang Olahraga di Badan Olahraga

PS Kom, Futsal kom dan Volkom merupakan cabang olahraga dibadan olahraga. Cabang-cabang tersebut dibentuk sebagai wadah mahasiswa Ilmu Komunikasi di bidang olahraga untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. Pemain akan langsung direkrut pad saat latihan. Pertemuan pertama telah dilakukan beberapa waktu yang lalu di lapangan Dekanat.

Badan olahraga menyiapakan pelatih yakni senior yang berkompeten dibidangnya. Salahsatu cabang olahraga dalam badan HIMIKOM ini yaitu Volley Komunikasi biasa melakukan latihan di lapangan Dekanat dan lapangan Unib depan pada hari selasa. Mahasiswa yang berbakat dibidang futsal dapat bergabung dan berlatih di Gedung Pemuda dan Olahraga (GOR) Sawah Lebar Bengkulu pada hari Sabtu pukul 21.00 Wib. Riko Armando selaku Ketua Badan Olahraga mengatakan “Khusus untuk cabang olahraga futsal, memiliki perkrutan yang berbeda dengan cabang lain, cabang Volley, pemain direkrut dari anggota yang datang, tetapi untuk futsal pemain akan diseleksi secara tersendiri oleh pelatih untuk memperkuat tim futsal HIMIKOM yang berkualitas” tegasnya.

Tahun ini Badan Olahraga juga akan menyelenggarakan acara tahunan yakni Liga Komunikasi yang telah berlangsung dan Himikom Futsal Competition yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Pemain-pemain yang baru bergabung untuk setiap cabangnya memberikan kegembiraan bagi pengurus dikarenakan banyak bakat yang dimiliki oleh pemain baru, dan besar harapan pengurus kepada pemain untuk meningkatan kualitas cabang itu sendiri. (Ruth_Red)


SLE BEM Universitas

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas membuat gebrakan di tahun ini dengan sebutan SLE (Student Leaderslip Educasion). SLE merupakan even untuk membimbing mahasiswa menjadi kriteria seorang pemimpin yang bertujuan melatih keorganisasian dengan agenda mingguan yang dimulai dengan launcing seminar nasional SLE di gedung PKM awal Oktober lalu.

Launcing yang diselenggarakan pada tanggal 6 Oktober tersebut mendapat tanggapan yang spektakuler. Alhasil walaupun terbilang baru, namun antusias peserta mencapai 300 orang. Selain itu, pemateri didatangkan dari koordinator ICW ( Indonesian Coruption Watchp ). J. Danang dari jakarta dan koordinator BEM S1 M. Tanry dan UNPAO, sementara dari Unib sendiri oleh Bapak Mirza Yasben dosen FISIP.

Perkuliahan SLE sendiri dimulai pada sabtu 13 Oktober 2012 bertempat di gedung PKM dengan materi “All About SLE Problematika dan Peran Pemuda Sebagai Agen Of Change”. Tercatat, hingga perkuliahan 2, jumlah peserta baru mencapai 50 orang, dikarenakan banyak peserta yang masih sibuk dengan KBS dan ospek prodi, namun di perkirakan pertemuan selanjutnya jumlah tersebut dapat meningkat.

Kegiatan SLE ini akan di laksanakan hingga 29 Desember 2012 dan selanjutnya akan diwisudah diperkirakan pada januari 2013. “Siswa yang aktif dalam kegiatan, diwisudah dan dimagangkan di HIMA, UKM atau BEM sendiri, tetapi harus mencapai kriteria 80%  dan yang belum memenuhi kriteria tersebut akan diberi tugas tambahan untuk mengikuti wisudah”, papar Maulana selaku mendari BEM.

Selain perkuliahan, SLE juga menjalankan kegiatan meliputi leadership komunikasi efekti, menajemen sidang, dan bari-baru ini SLE mengadakan kegiatan bakti sosial dalam bentuk penggalangan dana untuk penderita kanker payudara stadium 4 Ibu Nursalilah (57) yang beralamatkan di Kelurahan Tengah Padang Kecamatan Teluk Segara. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan, senin 22 Oktober 2012 lalu didepan gerbang Unib belakang. (Ecky&Manggih_Red)


Akibat Idul Adha, PMO di Undur

Bidang Pengembangan Organisasi kembali menggelar Pelatihan Management Organisasi (PMO) yang khusus ditujukan kepada mahasiswa baru Ilmu Komunikasi 2012. PMO adalah Kegiatan tahunan untuk melatih peserta dalam menejemen dan organisasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 3 November sampai 4 November 2012 ini akan dilaksanakan di Balai Taman Hutan Raya Rajolelo, Bengkulu Tengah. PMO di gelar dengan bentuk diskusi dengan materi yang disajikan. Kegiatan ini merupakan salah satu syarat menjadi pengurus HIMIKOM.
Awalnya PMO direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2012 sampai 28 Oktber 2012, mengingat pada tanggal 26 Oktober 2012 adalah Hari Raya Kurban (Idul Adha) dan mahasiswa baru ingin pulang kampung, maka kegiatan ini diundur. Tahun 2012 ini, merupakan tahun ke-12 diselenggarakannya PMO, yang menjadi ketua panitia adalah Alpinan Martin ’10. Dengan usaha dan persiapan, pengurus dan panitia ingin memberikan kesan yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. “Jika sebelumnya peserta dipungut biaya sebesar 30 sampai 40 ribu rupiah, tetapi tahun ini akan diusahakan gratis”, ungkap Meigi Dio Spingte selaku Ketua Bidang Pengembangan Organisasi. Selain itu, kegiatan ini tidak hanya diisi materi saja, tetapi peserta akan dimanjakan dengan kegiatan outbond dan api ungun.
Tidak hanya diajarkan tentang organisasi, pesera juga akan diberi materi mengenai surat-menyurat yang baik, analisis, SWOT dan juga bagaimana cara mengatasi keadaan dalam posisi genting. Bentuk kegiatan yang dikemas apik ini dilakukan agar peserta tidak merasa jenuh dengan materi-materi yang disajikan, adapun pengisi materi kali ini adalah alumni, senior dan akan di undang juga salah seorang dosen ilmu komunikasi yaitu Bapak Alfaraby yang juga merupakan mantan bupati HIMIKOM yang pertama. Pengurus dan panitia berharap, penyelenggaraan kali ini lebih baik dari sebelumnya. (Ruth_Red)

Senin, 19 November 2012

Begini neh jdi’y klo 4L4Y ikut tes interview krja

Interviewer : Apa motivasi anda bekerja pda prushan ini?
Alay : Mw tau ajjah apa mw tw bangeeeet?(smbil ngedipin mata kya org cacingan)
Interviewer : apakah anda type org yg srius dlam bkerja?
Alay : ciiyyuuuuzzz,,,,enelan dund,
Interviewer : perlu anda ketahui bhwa prusahan ini adlh PMA terbesar di indonesia,
Alay : Trz w musti kaget kejengkang guling2an d ats pchan kaca sambil bilang ”woooowww”gtu..????
Interviewer : Mav mba,disini bkan untuk prtunjukan debus!!!
Alay : Teruuuzz…..masalah bwt Lo..haaahh???
Interviewer : Mav,,anda tidak bs d trima bkerja dsni,
Alay : Helooooowwww……Lo pikir Lo tuh siapaa?????maseh banyak kalee yg mw trima w apa ada’y…..so what gtu looohh!!!
Interviewer : Pintu kluar ada di sblah sana, silahkan anda kluuuaaaarrrr…..!!!!!
Alay : cieee cie ciieeee,,,,ngambeg ni yeeee…..
Interviewer : Heh centong aronan”Lo gw End”(sambit gayung)
Alay : capcuuusss booo,,,,da gorila ngamuk,yuuukk,,,,yaaakk,,,,yuukk

By : PELAWAK FACEBOOK

Selasa, 13 November 2012

Kita Adalah Dedaunan Gugur


Kita adalah dedaunan gugur
yang terus saja layu dan kemudian mengering

Kita adalah ombak yang terus saja memecah karang,
melampau batas yang sudah digariskan.

Kita adalah goncangan,
yang menghancurkan jiwamu dalam sekejap
Meruntuhkan bakat tiap sebentar dan tak ingin lagi berjuang.

Kita adalah gunung yang tangguh
yang tegap menantang semesta,
namun angkuh
Menghancurkan bumimu sendiri
dengan letusan- letusan api yang kemudian melenyapkan lawanmu.

Kita adalah senja,
yang mempesona dan kelam
dan setelah kau nikmati sesaat,
terlahirlah gelap pekat
lalu kita tiduri juga malamnya.


Dan entah keberapa kalinya purnama,
Kucumbui juga bumimu, yang kerontang dan lusuh.

Tak usah kau protes seperti apa baiknya
Tak usah kau berkata seperti apa seharusnya

Pandanglah hutanmu
Pandanglah pantaimu
Pandanglah dermaga yang terus saja menanti kapal- kapal penjahat
Dan terus saja diam, saak kupinta menjadi saksi.
“Hancurkan alamnya, lenyapkan semesta”, katanya

Kini,
aku melangkah sendiri, tak jua ditemani sepi
Hanya lalu lalang para perampok
yang diam- diam ingin menguasai semuanya.

Pandanglah kelangit,
adakah birunya? Putihkah awannya?
Atau malah tetap saja abu- abu?

Kita adalah penyelamat, sebenarnya.
Namun mengapa kita berbelok arah mencuri mimpi Tuhan
dan melupakan megahnya Indonesia?


By : GRASIA RENATA LINGGA

Selasa, 06 November 2012

Diantara Aku dan Nenek, Ada Kenangan Ayah

Suasana pagi ini, dengan bebauan bunga semerbak dengan ciri khas keharumanya. Bau tanah dan penampakan tumbuhan yang hijau telah tersiram hujan malam tadi, membawaku pada kondisi rasa semangat yang luar biasa. Maybe karena hari ini adalah hari special bagiku, sehingga spirit itu muncul seketika. Kebahagiaan hari ini adalah something different fo me. Di dapur rumah kali ini terisikan oleh percakapan antara aku dan grandmomz.
Eka      : “Nek, yang paling nenek senengi dari ayah itu apa sih nek?" tanyaku sambil   menggoreng tempe sebagai menu masakan hari ini.
Ne2k   : “Yang nenek senengi dari ayahmu itu adalah ..." (Ucapanya pun terhenti seketika wajahnya menerawang kelangit-langit sambil membayangkan nice memories bersama ayah, mulai tampak matanya berkaca-kaca dengan senyum kerucut nya, lalu ia pun melanjutkan kalimat yang sempat terpotong itu.) "Ayahmu senang sekali mengajak nenek jalan-jalan kemana pun kami ingin pergi".
Eka      : "Emang, nenek di ajak ayah jalan-jalan kemana aja nek?" (Rasa keingin-tahuan dan penasaranku pun mulai terpancing.)
Ne2k   : “Nenek pernah diajak ayahmu ke Danau Dendam Tak Sudah, ke Tapak Paderi, ke Pasar dan tempat lainnya.” (Tersungginglah bibir itu dengan sumringah sambil menatap kewajahku. Percakapan itu pun berjalan seiring aku melaksanakan bagian tugas pagi ku; memasak, walaupun baru memulai untuk belajar, mencuci piring dan menyapu rumah.)
Ne2k   : “Nek, kita jalan yuk ?” (Aku mulai merayu nenek dan aku pun gak mau kalah sama ayah. Dengan ekspresi keheranannya, ia menjawab) ”hehehe, kamu mau ngajak nenek kemana, eka ?”
Eka      : (Aku pun dengan sigap menjawab) “eumh, nenek pengennya jalan kemana?”
Ne2K   : “Loh! kok balik tanya sama nenek, kan kamu yang ajak” (ia pun tertawa sambil ngeledek. Ntah, Senyumannya itu buat hatiku terasa tentram, ada rasa damai dijiwa ini.)
Eka      : “Kalu kita jalan ke tapak, danau, trus…. gimana nek atau kita belanja kepasar? nostalgia seperti waktu bersama ayah” (jawabku dengan santainya.)
Ne2k   : “Aduh cucu nenek… yang kadang nakal dan jahilnya gak ketulungan ini, suka bercanda ya sama nenek. Eka, dengerkan nenek ya. Nenek  ini semakin lama semakin menua, tidak seperti dulu yang biasa jalan kaki dari rumah ke pasar kampung barukoto. O iya nenek gak habis pikir kalu orang dulu itu yah stamina tubuhnya kuat-kuat dan sehat-sehat. Tapi lihat lah zaman sekarang, badan masih sehat aja kewarung ujung tempat kita tinggal dan hanya diselangi oleh beberapa rumah udah pake motor”. (dengan nada menyindirnya nenek)
Eka      : (Aku pun dengan semangatnya melakukan pembelaan sebagai orang yang hidupnya terkini). “loh nek, beda’in dong zamannya nenek dengan zaman yang udah serba canggih  sekarang ini, masa’ mau disama-in sih. Nenek ini lucu deh”.
Ne2k   : “Malah nenek yang dibilang lucu, yang lucu itu adalah gaya hidup dan pola pikir orang-orang terkini, GENGSI nya yang diutamakan! tak mau berjuang untuk susah terlebih dahulu, maunya enak terus, semua di buat serba praktis, simple dan cepat. Jadinya yah terbentuklah  orang-orang pemalas, contoh nya kamu , heheh”. (Tertawanya nenek penuh rasa kemenangan sekali.)
Eka      : “kok aku malah jadi di omongin sih nek”. (Mendengar cerita nenek sempat sewot juga sih. Masa aku dibawa-bawa kedalam ceritanya nenek. Tak lama kemudian, ia pun melanjutkan cerita nya kembali.)
Ne2k   : ”Coba sekarang kita lihat, kamu kan lagi masak, bumbu masakan ini isntan kan? praktis dan cepat masak nya yah?.. asal kamu tahu, nenek dulu kalu mau masak harus ngmbil dulu bumbunya di perkarangan belakang rumah lalu digilig, blum lagi santannya. Kelapa itu harus di kupas dulu dan diparut kemudian diperas. Nah, itu contoh sederhananya aja ka. Tapi kamu boleh bandingkan hasil masakan sekarang dengan cara tradisional seperti itu. itu rasanya beda sekali. Benarkah apa yang nenek bilang ini?”.
Eka      : (Sambil mengerutkan keningku). “Bener sih nek, rasa masakan nenek waktu itu beda sekali, nyammi… enak nya”. (Sambil membayangkan rasa masakan nenek dengan memuji keahlian memasaknya.)
Ne2k   : “Makanya, di coba deh yang kayak nenek gitu ya”. Kita perlu juga mempraktekkan kembali masakan tradisional sekali-kali. Sekalian memberikan pelajaran tentang kedisplinan diri untuk lebih siap bangun pagi. hehe”. (sekali lagi nenek tertawa bangga. kena poin ngeledek lagi deh . hihihi)
Eka      : “OK, nenek sayang. Eka bakal coba memasak dengan cara  tradisional ala eka, special buat nenek. heheh”. (Pikirku, ada benarnya juga apa yang di wejangi nenek, karena masakan tradisional itu sehat. Jauh dari bahan atau zat berbahaya untuk tubuh, yang digunakan oleh para penjual demi meraih keuntungan. Menggunakan pewarna dengan pewarna tekstil baju, pake pengawet boraks dan zat berbahaya lainnya. Hampir lupa, Inilah asyikny kalo wanita mengobrol, perbincangan kami pun meluas  hingga ke soal masakan tradisional segala.)
Eka      : “Nek, eka tuh sayang banget sama nenek, pengen lihat nenek bahagia dan tersenyum ceria seperti saat ini. Maka nya timbul ide untuk mengajak nenek jalan-jalan, seperti halnya ayah”. (lirihku).
Ne2k   : “Nenek paham sekali, eka ngelakuin itu karena ingin seperti ayah kan, buat nenek bahagia. Kalo eka mau membahagiakan nenek, nenek tidak mau jalan-jalan yang seperti itu.” (Sambil menghela nafas). “Yang nenek mau saat ini adalah nenek ingin kamu sering-sering ada dirumah, temani nenek dan mengobrol seperti saat ini”.
Eka      : (Tersontak aku terdiam sambil melihat kearah wajahnya. Ya Allah, hanya dengan permintaan nenek yang sederhana itu telah membuatku merasa bersalah saat ini, yang ia ingin adalah…. adanya kebersamaan di sela hari tuanya, antara aku dan nenek.)
Ne2k   : “Eka di akhir usia nenek, nenek ingin menghabiskan waktu bercakap-cakap denganmu, memasak bersama, menonton berdua, tertawa bahkan menangispun bersama. Nenek hanya ingin BERSAMAmu, nenek gak perlu jalan-jalan kemanapun, cukup dirumah aja”.
Eka      : (Sekali lagi aku pun hanya bisa terdiam mendengar ucapannya. “Nek sebenarnya hari ini adalah hari peringatan  ke-4 tahun kepergian ayah, dan aku hanya ingin mengenang Ayah akan masa-masa indah itu bersama nenek”. (Tiba-tiba saat itu, nenek pun juga terdiam dan terpaku sesaat ketika mendengar curhatku.)
Ne2k   : “Eka, walaupun nenek sudah tua ini, nenek ingat akan hal itu. Pembicaraan kita tadi, nenek sudah mengerti sebenarnya kamu rindu sekali kan dengan ayahmu. Dengarkan nasehat nenek ini, bahwa ayahmu akan sangat lebih bahagia dengan do’amu sayang. dan ia akan tersenyum dengan setiap langkah yang kau miliki karena ia dekat dengan-Nya.
Tanggal 18 0ktober yang tak jauh dari hari ultahku pada tanggal 13 Oktober ini adalah tanggal dimana ayah berpulang ke Rahmatullah, menghadap sang Illahi tempat kembalinya segala umat. Dan semua dari kita jugs sudah pasti akan kembali kepada-Nya.
Keinginanku pada saat ini adalah mengenang ayah bersama nenek. Tapi tidak hanya sekedar dari itu, aku tersadar betapa nenek ingin bersamaku. Hari ini telah menyaksikan dan menunjukkan betapa ia selama ini kesepian, karena ia selalu sendirian dirumah. Aku dan bucik sibuk dengan aktivitas masing-masing. pergi pagi dan pulang sore terkdang malam hari. bertemu pada makan malam dan selain itu menjalani aktivitas malam harinya, sibuk dengak tugas dan kesibukkan masing-masing tanpa ada yang tahu bagaimana persaan ia pada saat itu.




By : Fero kom'09

Just Maybe

His face sullen and surly, maybe he being tired
Manner as if or do not care, maybe he needs time
Eccentric style, maybe he is confused
When he spoke he was silent, perhaps trying to understand
This is …
Sense of understanding from the beginning
The peace of mind to receive all
If positive thoughts begin to create
The patient had been maintained
Said maybe .. Meaning ..
Could it be a good
Could it be that bad
Demonstrate the value of self-perception
It all depends on who’s perspective?
Once you understand
Happiness will cover you
Love grew and blossomed
Train yourself now
Because one day
Heart is right there with
and finally …
True love will be proven and you will see …


Poems by Fero

Merindukan Mu

Sayup-sayup suara mu
Masih selalu terngiang di telingaku
Senyum & tawa mu
Masih selalu menghiasi ingatanku
    Tak pernah sekalipun
    Kenangan itu bisa ku lupakan
    Memori-memori indah bersamamu
    Akan selalu hidup dihari ku
Akan kah semua itu terulang ?
Aku tak pernah tau jawabannya
Namun, cinta ini selalu untuk mu
Meski tlah banyak cinta yang ku temui
    Salahkah jika aku masih mencintaimu
    Merindukan mu dan menunggu mu
    Untuk kembali pada ku
    Cinta yang selalu hidup disetiap nafas ini.

By : w.L.a

Kamis, 01 November 2012

Dibalik Sinar itu

Sinar mata itu selalu terang
Tak pernah redup dalam gelap
Tak ada yang tau apa sebabnya
Liku-liku hidup telah banyak menyuramkan,
Menggelapkan dan menutup celah-celah cahaya
Tapi, tak akan mengalahkan satu sinar itu
Sinar  hati yang tulus dan ikhlas
Sinar yang terpancar dari mata kecil itu
Sinar yang mengerti takdir kehidupan
Dan tak akan pernah hilang dan redup
Karena, sinar itu mengerti semuanya
Bahwa dibalik sinar itu
Masih tersimpan keceriaan yang suatu hari
Dengan bebas dan lepas bersinar


By : Eks

Langkah kecil mendekap menjauh

Langkah kecil mendekap datang
Uluran tangan mengulur maju
Membuka genggaman tangan
Harap-harap membawa senyum

        Senyum pun tak terpancarkan
        Namun, kecewa berbalut sedih
        Tak ada yang mengerti dan pahami
        Hanya diri mengerti diri

Seorang bocah mengharap budi
Budi tak terberi juga
Hanya kembali kasih yang terucap
Langkah kecil menjauh pergi
Cari lain cari itu juga
Sama hasil kecewa dapat
Namun itu tak jadi penghalang
Masih banyak pengasih lain


By : Eks