Rabu, 04 Januari 2017

Bagiku, Cinta ...

"Jika nanti kita bertemu kembali, aku ingin melamarmu dan memintamu untuk menjadi istriku"
Itu adalah ucapan terakhir dia diwaktu terakhir kami bertemu. Aku menghantarkan ia pergi dengan isak hati yang menenggelamkan penglihatanku. Aku mencoba iklas ketika ia mengusap air mataku. Aku mencoba bersabar ketika ia memelukku sebelum beberapa langkah ia meninggalkanku.
Hari ini, sudah hampir 1tahun berlalu ucapan dan suasananya. Aku masih hanyut bersama keheningan disana, di bandara soekarno hatta. Rasanya saat itu aku enggan beranjak dan menunggunya pulang kembali tanpa menghitung hari.
Jika ditanya, aku merasa bahagia atau tidak sejak itu, aku merasa tidak yakin dengan jawabanku. Menimbang dengan suasa yg aku nantikan.
Aku tidak pernah mencoba untuk diam dalam suasana ini.
Aku tau dimana waktu aku harus mengingatkan "jangan lupa shalat masa depanku :')" - "kamu harus makan syg, disana baik-baik dan tepati janjimu"
Aku slalu mencoba mengirim bbm yang untuk deliv saja susah bagaimana mungkin huruf d dilayar berubah menjadi r?
Tapi dari sini aku mengambil titik kedewasaan "mengerti". "Oh, mungkin dia sdg sibuk"
Tak jarang, aku juga akan mengirim beberapa sms untuk menanyakan hal-hal tak penting kepadanya.
Tapi dari sini lagi aku mencoba mengambil titik kedewasaan "oh, mungkin ia blm bisa diganggu"
Itu aku.
Tapi ini, bagaimana? Dalam 1tahun itu saja yang bisa aku lakukan.
Pernah, saat itu aku baru terjaga. Mencoba mengecek kotak masuk dan sebuah sms masuk dengan sedikit kalimat tak berurai.
"Selamat pagi wanita yg akan kunikahi"
Sontak aku langsung membalas pesan itu dan menunggu. Tapi suasana tak berpihak. Aku tidak mendapatkan telfon, sms balik, atau kabar lagi. Iya, sampai saat ini.
Aku mencoba menahan nafsu amarah yg menggerutu difikiranku. Aku sendiri, tanpa ada yg mendengarkan amarahku.
Kepada siapa aku akan bercerita?
aku bukan tipe orang yg tak ingin berbagi dan menerima kata orang, tapi untuk sebuah kesedihan, rasanya tidak tega membagi ini kepada teman.
Fariza, teman sekelasku pernah menyampaikan bahwa "nis, kamu ga perlu mempersulit hati kamu. Skrg apa yg buat kamu pusing dan kyk org linglung begini? Bukannya kamu pernah bilang bahwa kamu percaya dengan dia yg akan menjadi masa depanmu? Kan kamu yg bilang, bahwa cinta butuh keyakinan yg kuat!"
Iya, memang benar. Cinta butuh keyakinan yg kuat. Skrg aku yakin, dan cinta. Tapi aku butuh sedikit waktunya, tidak harus untuk menanyakan kabarku. Cukup menyapa atau bila memang sibuk aku harap ia bisa mengirim sebuah teks kosong ke handphoneku.
Kini, aku hanya bisa mempercayai kepada tuhan yg maha tahu, dan ia..
Mengingat janjinya, aku percaya bahwa menunggu adalah nilai bagaimana besar cintaku kepadanya.
----
Ntah sudah berapa lama aku berdiri dalam keheningan ruang yg sepi dan cukup membuat aku tersudut.
Ditemani bayang, kadang mimpi ia datang.
Aku mampu berdoa untuknya, aku mencintainya, dan aku persembahkan waktuku untuk menunggu.
Waktu mungkin bisa berganti, tapi hati tak akan memilih. Tahun bisa habis dengan pergantian jam di tahun berikutnya, tapi dia tidak akan habis dilewati waktu.
Rasa yg aku miliki dari awal aku miliki adalah sama, sampai rasa dimana ketika ia menemui waktu untuk meninggalkanku.
4tahun berlalu ~
Hari itu aku bertemu dengan seorang teman lamaku, ia teman SMAku.
Gentry, ia sempat menanyakan dia kepadaku. "Aku menunggu gen"
"Menunggu? Maksud mu?" Tanyanya dengan muka penuh kebingungan.
"Aku menunggu ia kembali. Datang tanpa kabar dan pergi untuk bersamaku"
"Kau mungkin bisa sabar dengan rasa menunggumu. Tapi kau mgkn blm bisa sadar dengan bagaimana ia terhadapmu"
"Aku mencintainya gen"
Disana suasana hening, gentry mengeluarkan handphonenya, dan sebuah kertas yg dibentuk seperti cover buku.
"Dika!!!" Aku menangis tanpa perlahan. Aku merasakan bahwa aku lupa untuk bernafas.
"Tapi 3tahun yg lalu. Ia pernah mengirim pesan singkat kepadaku gen! Ia mengucapkan selamat pagi dan mengulang janjinya tempo itu"
Gentry tersenyum, ia mendekatiku. Ia berubah, seperti bukan gentry yg kulihat. Dari matanya ia menatap mataku dengan cara yg perlahan dan dalam.
"Anisa, kau adalah wanita yg jauh lebih baik dr yg ia pilih. Dan dika, adalah lelaki yg jauh lebih bodoh dari aku yg memilihmu. Janji bukan akhir dari semua, janji bukan sebuah takdir yg sudah pasti akan terjadi. Itu hanya rencana dan keinginan manusia. Saat itu. Kau tidak pernah tau bagaimana cara ia menjauh darimu"
"Ia tidak mengjauh gen. Ia hanya menjalankan tugasnya terlebih dahulu. Setelah semua selesai ia akan datang tanpa kabar dan kembali untuk bersamaku!"
"Kau percaya keajaiban?"
Aku menunduk dan mencoba menahan tangisan.
"Lebih ajaibkah bukan? Ia berjanji akan menikahimu ketika ia pulang. Lalu ia tak pernah mengirim pesan atau kabar kepadamu. Lalu kini? Ia meminta wanita lain untuk dipersuntingnya. Kau wanita yg indah. Yg tidak pantas untuk menangisi lelaki yg tak pernah perduli dengan air matamu. Salah jika ada orang lain selain ia mengagumimu? Yg menggantikan ia untuk membuatmu lebih nyaman?"
"Maksudmu?" Aku menatap wajah ghentry dengan penuh keheranan.
"Aku yg slama ini mencoba menjadi dia yg kau cinta dan kau tunggu. Meski tak pernah disadari aku menghargai bahwa kau blm bisa membuka hati dan fikiran terhadap org lain. Dalam jangka 5tahun aku menyimpan rasa terhadapmu"
Gentry memelukku dengan erat, mengusap kepalaku dan mencium keningku.
Dalam suasana itu aku tenggelam. Dan mendapatkan sebuah titik kedewasaan kembali.
*seharusnya selama ini tidak ada salahnya aku melihat disekitar. Untuk berbagi tidak pernah salah. Seharusnya aku bisa lebih memilih orang yg lebih dewasa dalam mencintaiku, bukan untuk mempermainkan perasaanku. Kita tidak pernah tau bahwa sebuah keajaiban yg Allah berikan itu baik atau tidak. Yg pasti hasilnya adalah resiko yg kita ambil. Jatuh cinta karena terbiasa lebih bisa memahami kita dibanding dalam sekejab dan diminta bersama tanpa alasan*
Nia Annisa

Penantian dibagian Halte

Subuh ini aku mulai menulis kembali. Berani menyita semua waktu tidurku untuk menceritakan kembali tentangmu disana. Aku, saat ini merasakan bahwa kehadiranmu sungguh ada dan duduk disampingku. Memberikan sedikit cibiran khas, menyipitkan mata, dan tertawa ntah kenapa. Tapi rasanya aneh jika bayangan ku itu harus bergelut dengan kenyataan bahwa kau, ada disana bersama wanita lain, duduk dan bercanda manis dengannya.
Membelai rambutnya hingga aku merasa bahwa aku sangat kesal, aku harus melihat ini dan menerimanya. Aku harus menahan sakit walaupun aku tidak dihiraukan. Sebagai penonton seharusnya aku mampu menangisi apa yang aku lihat. Karena kalian tidak akan perduli.

Begini atau bagaimanapun aku.

Rasanya hari tanpa membicarakanmu tak wajar. Rasanya tanpa bergelut dengan laptop setiap waktu tanpa memperbincangkanmu juga tak wajar. Kamu bukan sebagian dari hidupku lagi. Tapi kamu masih bagian dari hatiku. Apa kau ingat saat aku memilih untuk pergi meninggalkanmu di halte bus itu? Seharusnya hari itu duduk disampingmu. Melewati beberapa menit yang akan berlalu sebelum aku menginjakkan kaki dirumah dan memulai beberapa jam hingga malam tanpamu. Tapi aku juga tidak mampu untuk bersamamu berjam-jam di bus itu dengan wanita lain. Wanita yang lebih dari biasanya aku lihat. Dia bukan teman kita, mengapa kamu harus mengenalnya? Dan kenapa kamu harus mengenalinya padaku?

Setelah hari aku memulai untuk pulang sendiri itu aku sadar. Bahwa aku mencintaimu, aku cemburu. Tapi aku salah, kenapa aku harus menaruh hati padamu? Pada orang yang jelas-jelas juga tidak mencintaiku. Mungkin.

Dihari berikutnya, aku merasa enggan meninggalkan halte itu. Banyak cerita yang kita parut dan habiskan bersama. Walaupun dalam jangka yang pelan dan sebentar. Rasanya tidak tega kepada halte yang sudah baik mau memberikan aku tempat untuk mencintaimu, memperhatikanmu secara diam-diam dan sekarang malah ku tinggalkan begini saja? Aku tidak ingin menjadi orang yang berbeda setelah sesuatu berubah sepertimu. Sejak kau mengenalnya kau hanya akan berfikir bagaimana menghabiskan waktu untuk hanya sekedar melambaikan tangan pada wanita berkaca mata itu?

Kamu belum tau rasanya aku ketika kamu menanyakan, “aku harus pakai alasan apa lagi ya untuk menemui Kristin nanti?”.

Oh jadi nama wanita berkaca mata itu Kristin, baiklah sekarang aku hanya ingin menemui wanita itu dan menjabat tangannya. Memberikan ucapan terima kasih karena sudah menjadi media lain untuk zain merasakan kenyamanan.

Perasaan tak terbalaskan itu tidak ada gunanya. Bagi semua orang yang merasakan ini. Aku susah payah menunggumu hanya untuk pulang bergandengan, sedangkan kamu berlari mencari wanita itu. Lalu aku bisa apa? Halte itu kusam, tanpa aku dan kamu seperti biasa. Tanpa kita yang perduli dengannya. Membersihkannya dengan canda tawa yang meledak. Sengaja kita ledakkan.

Diantara kekecewaan yang aku rasakan ini, apakah kamu tak pernah ingin bertanya “hari apa yan paling membuatmu kesal dil? Apakah ada?” dari dulu aku menunggu pertanyaan itu.
Dan aku ingin menjawab dengan nada lantang dan tegas…

Ada! Apa kamu ingat saat pulang sekolah kamu menawarkanku untuk pulang bersama seperti biasa dan bilang bahwa “aku kangen loh waktu-waktu kita pulang bareng kayak dulu”.

Disana, mungkin karena cintaku ini terlalu lembut, sehingga mampu kamu mainkan dengan perbincangan anak-anak. Perbincangan laki-laki yang hanya ingin menyakiti dan memakai kata “kangen”. Aku juga merindukanmu, lalu aku bisa apa ketika kamu berbicara itu? Jelas aku menerima tawaranmu. Ternyata, bukan hanya tawaran itu yang kamu suguhkan, kamu juga bilang “hari ini aku mau ngajakin kamu makan dil. Maukan?”

Wanita mana yang ingin menyia-nyiakan rasa kebersamaan yang akhir-akhir ini hampir punah karena dengan adanya orang lain diantara mereka? Jelas saja aku menerimanya. Siang itu kamu juga membawaku untuk pergi kesebuah café pilihanmu. Aku mengikut saja, asal adanya kamu aku akan merasakan semuanya baik.

Tapi aku merasa ingin pergi dengan tangisan ketika aku melihat dimeja sana, dimeja yang tertera angka 11 itu ada wanita berkaca mata yang selama ini aku benci.

Kristin, kenapa wanita itu sudah pindah habitat kesini? Sengaja ingin mencemburui ku?

Tampaknya ia melambaikan tangan kepada zain, benar sudah kan apa yang aku bilang? Datang kesini hanya akan membuat akumati dalam kecemburuan hanyut dalam penyesalan.

“kita duduk di meja 11 zain?” kataku dengan menyembunyikan rasa kesalku.
“iya, kita makan bareng Kristin. Tadi dia minta aku ngajak kamu” jawabmu sambil tersenyum.

Dia minta aku ngajak kamu? Sebenarnya kehadiranku lebih tidak diinginkan oleh zain ternyata. Ia hanya terpaksa dengan alsan kasihan mungkin. Duduk disana, di meja 11. Berhadapan dengan Kristin, wanita berkaca mata berkulit putih dan sipit itu, iya memang berkesan wanita cina. Tapi aku tidak mungkin memakai alasan “aku kebelakang sebentar ya…” toh nantinya juga aku akan kembali dimeja itu.

Agak terjepit dengan rasa cemburu juga ketika kamu dan dia memilih menu secara bersamaan dan menu yang sama. Melihat itu selera makanku hilang, sudah kenyang dengan senyuman pahit mereka berdua. Memangnya jika aku marah semuanya akan berada pada posisi yang aku inginkan? Tidakkan? Lebih baik diam. Mungkin pilihan yang menyakitkan, tapi lebih baik begitu.

Kamu beranjak pergi ntah kemana, wanita berkaca mata itu mendekatiku. Ia sedikit tersenyum lalu menunduk. Kemudian menatap ku, “kamu cemburu?” katanya.

Ah tuhan, terbacakah semua yang aku lakukan ini? Terbacakah semua dari sorotan mata ini?

Perih. Aku bersikap cuek, mengenal wanita ini tidak pernah aku inginkan. Duduk makan siang bersamanya dan melihat ia menatapku dengan penuh keseriusan ini juga tak pernah kubayangkan.

Lagi, ia tersenyum melihatku.

Ia menggenggam tanganku penuh rasa sahabat.
“jangan cemburu hingga membenciku begitu. Aku tidak mencintainya dil…” semua berubah. Aku diam dia tertawa, aku mulai berfikir bahwa aku ingin membunuhnya jika ia berbohong. “jangan menatapku seperti ingin membunuh begitu, aku tidak mencintainya dil..” lanjutnya lembut.
“Selama ini kami dekat, kami ini adalah tetangga. Dan lebih dekatnya kami adalah sepupu jauh, kami baru beberapa kali bertemu dan sepertinya memang kami cocok.” Cocok? Sakit. “bukan cocok sebagaimana kamu dan zain, tapi kami memang cocok untuk sharing. Selama ini kami memang banyak bersama, itu karena sesuatu yang pantas kamu dapatkan. Jangan takut kehilangan dia” jelasnya.

Melihat itu, aku berani untuk menjelaskan…
“aku sudah lama menunggu zain, bukan sebentar tapi dalam waktu yang lama. Itungan tahun, dari SD juga aku menyukainya, tapi aku belum berani untuk menegaskan bahwa aku mencintainya. Seiring waktu, kami juga selalu dapat sekolah yang sama aku mulai berani untuk jujur terhadap hari-hari ku, bahwa aku hampa tanpa zain. Aku belum pernah ingin mengubur rasaku kepadanya hidup-hidup. Tapi rasa ini tidak pernah mati, tapi setelah melihat kalian aku ingin mematikan ini semua.” Rasanya tidak salah jika aku menangis dalam kepasrahan. Aku juga sudah jujur semuanya.

“aku juga sudah lama. Tapi hari ini aku ingin menghidupkan lagi semuanya dil” suara lelaki. Ini bukan Kristin yang berbicara. Suaranya dekat dan sangat dekat dengan telingaku, ia berbisik. “hari ini, ingat saja di meja nomor 11 tanggal 11. Aku ingin memberikanmu kado, mengganti ketidak hadiranku malam kemarin untuk menyiapkan hari ini.” Suaranya tegas berdiri dibelakangku.

Aku tidak berani untuk menengok kebelakang, aku belum sanggup menjadi orang yang sangat bodoh ketika tahu itu hanya bayangan saja. Tapi tunggu, aku belum pernah membayangkan ini. Lalu ia memegang pundakku mencubit bahuku dan membalikkan badanku. Sakit ..

“maf aku mencubitmu, aku hanya ingin membangunkanmu dan berbicara bahwa ini bukan bayangan ini aku zain yang juga sudah bertahun-tahun bersama mu dan bersama perasaan kita. Aku mencintaimu dil.”

Aku bisa apa ketika kau membalas perasaanku dengan begitu tegas?  Aku bisa menangis dalam kebodohan. Kecemburuan bukan berarti masalah untuk suatu hubungan yang aku inginkan. Tapi bagaimana caranya menunggu dan saling meyakinkan bahwa kita sama, kita satu dan akan datang waktunya untuk kembali menyempurnaan perasaan kita dengan suatu hubungan. Jangan berfikir bahwa kita menunggu itu sendiri, jika dia belum mampu membalas setidaknya kita menunggu berdua dengan perasaan murni ini untuknya. Dan ya mungkin seperti ini, tanpa kita sadari .. kita saling menunggu dalam kebisuan. Indah ….

Nia Annisa

Sebungkus Perasaan Untuk Sahabat Wanita

Tadi siang, disekolah aku memperhatikan seorang wanita berpipi chubby itu. Dia menari dihadapan banyak orang, dia kurang tersenyum dalam setiap langkah yang ia tap, tap, tap kan di lapangan. Ia juga lebih tampak cantik dengan polesan make up tipis di wajahnya. Aku merasakan sebuah kerinduan, juga cinta yang sudah lama aku miliki untuknya. Sahabat, wanita. Dulu aku tidak pernah terbayang bahwa aku akan dekat sekali dengan wanita ini. Lucu, kami sudah saling kenal lama. Tapi sayangnya, kami dekat dan benar-benar saling mengenal baru 2tahun ini.
Kami dekat sejak kami memilih tempat bimbel yang sama. Dari sana juga aku mencoba mengenalnya. Anaknya baik, manis. Namun seiring waktu, kami selesai pada jenjang menengah pertama ini. Namun, Aku memilih melanjutkan study kesebuah daerah dingin di Jawa Barat, kuningan. Sedangkan ia? Ia masih di kota raflesia ini.
Aku jadi ingat waktu kelulusan dan pengumuman hasil UN. Ia menangis sejadi-jadinya karena nilainya tidak memuaskan dan tidak mampu menembus SMA yang ia inginkan. Disana, didepan perpustakaan aku memeluknya, mencoba menenangkan dan memberi semangat untuknya. Tapi ia malah meronta-ronta dan bilang “kamu enak, kamu sudah mendapatkan SMA yang kamu mau, tapi aku? Aku bisa kemana dengan nilai ini?.” Aku masih membujuknya dan mencoba menenangkannya. Lalu setelah ia lebih merasa tenang, aku mengajaknya pulang dan pergi ke tempat bimbel kami. Ia menolak, aku melihat persis kekecewaan yang ia rasakan saat itu. Haha, ia akan lebih terlihat manis ketika menangis.
Setelah mempersiapkan semuanya, aku siap terbang menjadi anak rantauan saat itu. Namun 2hari sebelumnya aku sempat menghabiskan 1hari penuh dengannya, kami benar-benar lepas menikmati hari dan siap untuk melanjutkan langkah lagi. Yang membuat aku menjadi terharu setelah kami melewati seharian penuh itu. Ia pulang, dan aku pulang. Mungkin baru saja menaikkan badannya ke sebuah angkot itu sebuah pesan baru masuk ke handphoneku. Ia mengatakan…
“icha, makasi ya. Jujur dari tadi aku nahan nangis. Maaf nggak bisa nganterin kamu besok …..
Ia menghabiskan 1halaman full pesan. Ya tuhan, ternyata sahabat yang manis adalah sahabat yang mampu memperoleh air mataku.
Setelah 1bulan di asrama akhirnya kami mendapat jadwal liburan selama 3minggu. Pada perpulangan itu dia juga tidak bisa menjemputku di bandara. Tapi besoknya, dia langsung datang dan menemuiku dirumah. Jarak rumah kami tentu tidak dekat, ia harus menempuh waktu selama 1jam. Dan bayangkan harus memainkan gas motor selama itu sendiri.
Datang dan duduk dengan manis. Sebelum pulang, wanita itu memberikan sebuah bingkisan. “ini.” Katanya. “kado buat kamu.” Lanjutnya. Sebuah boneka emotion hug yellow.
3minggu bukan waktu yang lama kan?
Aku juga harus kembali pulang ke sekolah lagi. Siang itu dibandara dia datang. “ayo nak, masuk” ayah menyeru dari dekat pintu bandara. Wanita itu malah menggenggam tanganku, titik air mata sudah melambung dimatanya. Aku juga merasa terharu harus kembali pulang, sampai dengan paksa aku harus melepasnya dan melambaikan tangan. Beradu isak tangis serta rindu yang harus bertahan selama berbulan-bulan kedepan untuk sahabat ini.
Berbulan-bulan disana membuat aku semakin memikirkan orang tua, terutama bunda. Bunda pun begitu, dan ntah fikiran dan pembicaraan mengarah kepada pindah sekolah.
Habislah waktu 1semester disana. Bunda menanyakan “lalu, mau masuk mana kamu?” awalnya aku memilih untuk ke sebuah SMA Negeri yang 1kawasan dengan SMP ku dulu. Namun bunda dan ayah menolak. Kebetulan hari itu seorang wanita manis singgah kerumah. Awalnya bunda sudah menawarkan untuk pindah ke sebuah Madrasah, namun aku masih memikirkan semuanya dahulu. “kayaknya ica bakal 1sekolah sama kamu deh!” kata bunda kepada wanita itu. Dengan bersemangat ia menjawab “iya buk, iya. Beneran kan?”
Melihat sahabat yang menerima baik rencana itu aku semakin ingin menerima tawaran bunda pula. Setelah semuanya diurus, aku resmi menjadi seorang murid dan kembali 1sekolah dengan wanita itu. Ia memintaku untuk memilih 1kelas dengannya.
Hari itu aku merasa terlahir sebagai anak baru SMA lagi. Semua harus aku kenali lagi, harus mencicipi keberanian lain disana. Melihat kondisi. Minimal bisa berinteraksi dengan baik lagi. Namun bagaimana kondisi dengan wanita itu? Kami duduk dengan jarak yang dekat. Beberapa hari awal masuk aku masih dengannya. Namun setelah itu semuanya berbeda, merasa terhalang dengan kehadiran pihak segerombolannya yang jelas saja dari muka mereka sudah tidak menyukaiku. Terutama wanita bernama hana itu, dia duduk disamping sahabatku.
Di sebuah persahabatan ada juga yang namanya segitiga? Iya. Aku baru tau itu ketika aku tau bahwa hana tidak mau wanita itu dekat denganku. Mau bagaimana? Kami sudah dekat sejak lama. Lebih lama dari mereka dekat tapi lagaknya mematikan. Sampai yang membuat aku kecewa dengan wanita manis itu ketika ia mengirim sebuah pesan “maaf ca, kita harus menjauh sementara” itu artinya apa? Jelas artinya bahwa ia memilih menjauhiku dibanding harus dijauhi oleh hana. Biadap? Sangat.
Sampai aku memilih untuk pindah ke tempat yang lebih jauh dari mereka berdua. Dari sudut kelas diam-diam aku dan hana, kami saling menatap dengan keras. Memberikan tatapan tanpa persahabatan. Suasana kelas mulai beda, wanita manis itu sering sekali menangis. Dari dulu, dari awal kami bersahabatan aku juga tidak pernah tega untuk melihatnya menangis. Namun dikelas siang itu, aku harus menahan iba dan perhatian untuk menghanyutkan wanita manis itu kedalam pelukan. Anak kelas meminta kami saling menyelesaikan peradaban setan kecil-kecilan itu. Wanita itu semakin menangis menjadi-jadi. Aku pun terhanyut ketika menatap tajam tangisannya.
Setelah semua masalah selesai, kami menjadi kembali baik. Berbulan-bulan di kelas yang diberi julukan GPS2 itu membuat aku nyaman. Tapi sampai berbulan-bulan itu juga aku belum mengambil ekskul apapun. Berbeda dengan wanita itu, ia sekarang sangat sibuk dengan cita yang ia harapkan di ekskulnya. Kesibukan itu membuat aku dan ia juga kurang mencampur waktu bersama.
Kenyamanan membuat sebuah waktu menjadi lebih singkat, tidak terasa juga harus naik ke jenjang yang lebih serius. Dengan pembagian jurusan, memilih keinginan dan cita yang berbeda. Aku jadi ingat waktu hasil pembagian jurusan yang belum fix itu, namanya tertera pada list anak kelas IPS. Dikelas, wanita manis dan juga cengeng itu tersedu-sedu. Lagi, ia sangat manis ketika menangis. Sahabat yang membuat aku mampu mengagumi kemanisannya.
Setelah masuk pada kelas jurusan masing-masing, kami semakin sibuk untuk melanjutkan sekolah. Wanita itu juga tampak lebih nyaman dengan hari-harinya karena seorang lelaki bergigi tak rapih itu. Tapi, di selipan aku bahagia juga melihat kenyamanannya ada rasa takut. Ia lebih banyak waktu untuk keluar. Aku takut untuk menegurnya, tapi aku memilih menegurnya dengan mulai menjauhinya tanda aku tak suka dengan sikapnya. Berharap wanita itu mengerti, aku juga menolak setiap tawarannya untuk pergi bersama dengan mereka, juga pacarnya. Tapi dia malah menyimpulkan bahwa “kamu minderkan karna kamu jomblo?,” dikantin pagi itu aku menahan perasaan yang tak baik ini. Aku pulang lalu menangis, menceritakan ini kepada bunda bahwa aku sedih juga kecewa.
Aku juga merasa sangat berdosa ketika membuat ia menangis karena perkataanku yang terlalu kasar itu. Perdana, aku juga sangat merasa bersalah.
Banyak sebenarnya yang ingin aku sampaikan dengan wanita itu, tapi aku hanya mampu memandangnya lalu membicarakan semuanya sendiri, tanpa ia dengar, tanpa ia ketahui. Awal kekecewaan itu membuat aku merasa salah telah memilih ia menjadi sahabat yang manis, yang pantas aku tangisi saat berpisah. Namun setelah aku pelajari, ini lah persahabatan.
Aku tetap mencintai wanita manis, cengeng dan berpipi chubby ini sebagai seorang saudara yang membuat aku belajar untuk royal. Sedikit malu untuk menyampaikan bahwa aku merindukannya, aku hanya membicarakan kerinduan ini dengan teman yang menemaniku memandangnya di lapangan di siang yang panas tadi. Rindu itu disampaikan kepadanya dari temanku, dia tertawa kecil. Haha, lucu ya? Aku merindukan sahabat yang jelas saja 1sekolah denganku. Tapi inilah, kedekatan yang aku rindukan. Nony ayu kusuma. Haha :”)
Nia Annisa


Senin, 02 Januari 2017

Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) 2016




Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) yang diadakan oleh bidang PO (Pengembangan Oragnisasi) HIMIKOM. Acara pembukaan ini dihadiri oleh beberapa pengurus HIMIKOM peiode 2016, Ketua Umum HIMIKOM Periode 2016 Debi Febriansyah Ramadhan, serta panitia dan peserta PMO tahun 2016. Setelah Ketua Umum Himikom Debi Febriansyah Ramadhan memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Kegiatan PMO pada tahun ini sedikit mengalami perubahan, PMO tahun ini dilaksanakan dalam 2 hari yakni pada tanggal 12-13 November 2016 di R. 6 GKB 2 UNIB. Setelah pembukaan, acara selanjutnya adalah penyampaian Materi Kepemimpinan yang disampaiakan oleh Opi Lovizon, materi ini disampaikan mulai pukul 09.20-10.30 WIB setelah materi habis dilanjutkan dengan post test selama 10 menit. Post test yang diberikan juga merupakan salah satu penilaian untuk pemilihan putra putri serta peserta terbaik PMO tahun 2016. Materi kedua yaitu materi keuangan. Materi keuangan ini baru pertama kali diberikan dalam acara Pelatihan Manajeman Organisasi (PMO), yang bertujuan agar peserta mengetahui mengenai sistem keuangan yang ada di HIMIKOM dan bagaimana pengelolaan uang tersebut. Materi keuangan disampaikan oleh Bendahara Umum HIMIKOM Periode 2014 yaitu Diyah Pitaloka. Materi keuangan berlangsung pukul 12.30 sampai 13.00 WIB, setelah penyampaian materi peserta langsung diberikan post test  selama 10 menit. Setelah itu peserta melakukan ISHOMA. Setelah itu acara kembali dilanjutkan dengan penyampaian materi surat menyurat oleh mantan Sekretaris Umum HIMIKOM yaitu Siska Oktalia Hasta. Materi surat menyurat ini berlangsung pada pukul 13.00-14.30 WIB dan dilanjutkan dengan post test. Dan acara Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) hari pertama selesai pada pukul 15.00 WIB

Pelatihan Managemen Organisasi hari kedua dimulai dengan recheking peserta dan selanjutnya pemberian materi manajemen konflik oleh Aldi Winata. Setelah pemberian materi, peserta dan pemateri melakukan sesi tanya jawab selama kurang lebih 10 menit. Pemberian materi manajemen konflik ini berlangsung dari pukul 08.30-10.30 WIB. Selanjutnya pada pukul 10.40-12.10 WIB adalah pemberian materi oleh Antonius Maras, yakni materi mengenai analisis swot. Setelah pemberian materi dilanjutkan dengan games sekaligus post test. Setelah itu pada pukul 12.20-13.00 WIB acara selanjutnya adalah ISHOMA. Setelah itu peserta diberikan materi tentang teknik sidang oleh Meigi Dio Spingte, yakni pada pukul 13.00-14.00 WIB setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus menjadi penilaian untuk pemilihan putra putri PMO 2016. Setelah sesi tanya jawab, acara selanjutnya adalah praktek sidang yang berlangsung dari pukul 14.10-16.30 WIB. Para peserta sangat antusias saat melakukan praktek sidang yang diarahkan oleh pemateri setelah praktek sidang dilakukan acara pun berakhir dan dilanjutkan dengan acara penutupan serta pemilihan putra putri serta peserta tebaik PMO 2016, terpilih sebagai putra PMO 2016 Hans Muhammad Roja serta Nadya Sukmawati Dewi sebagai Putri PMO 2016 dan Hizkia Edward Sumule sebagai peserta terbaik dalam acara PMO tahun 2016. Setelah acara ditutup secara resmi oleh Ketua Umum HIMIKOM Periode 2016, Debi Febriansyah Ramadhan. Sebelum pulang kerumah para peserta, panitia, pengurus HIMIKOM berfoto bersama setelah itu para peserta pun diperkenankan untuk pulang kerumah masing-masing.





Badan Periklanan HIMIKOM UNIB
     

Pelatihan Desain Komunikasi Visual 2016



HIMIKOM kembali mengadakan PDKV (Pelatihan Desain Komunikasi Visual) pada tahun 2016 ini yang dilaksanakan satu hari yaitu tanggal 05 November 2016 bertempat di ruang kuliah 7 GB 2 FISIP UNIB .  Pelatihan ini di gunakan sebagai wadah pengembangan dan pembelajaran dalam hal Desain Komunikasi Visual seperti pembuatan brosur, pamflet, ilustrator serta vector.

Pada kali ini yang menjadi Tim Pelaksana adalah pengurus HIMIKOM karena dianggap lebih efektif dari tahun sebelumnya dengan mahasiswa baru 2016 yang menjadi pesertanya, serta dari umum. Selain dianggap lebih efektif pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan terlebih dahulu kepada mahasiswa ilmu komunikasi khususnya mahasiswa baru ( mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 ). Pada tahun ini Pelatihan Desain Komunikasi Visual 2016 diikuti oleh 59 peserta. 


Pada 5 November acara diawali dengan rechecking peserta. Selanjutnya acara dimulai dengan pembukaan. Acara pembukaan Pelatihan Desain Komunikasi Visual ini di buka oleh Kapala Bidang Penalaran dan Keilmuan (PK), Nina Ambarsari. Acara pembukaan PDKV 2016 ini mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan, karena masih menginstal program photoshop dan ilustrator di laptop atau notebook para peserta. para peserta diajarkan bagaimana caranya mendesain, dan membuat pamflet dan brosur. Hal ini akan sangat berguna dikemudian hari saat mereka menjalankan kepanitian di acara-acara HIMIKOM selanjutnya. Dengan pameldo aziz yang menjadi pengisi materi serta ada beberapa pengurus yang membantu mendampingi peserta dalam proses pembelajaran pembuatan pamflet. Setelah bisa membuatnya sendiri pada pukul 11.00 peserta di berikan kesempatan untuk mendesain dan membuat sendiri banner mereka dan hasil akhirnya akan dinilai oleh Tim pelaksana yang mana yang paling bagus. Akhirnya terpilih 2 orang yang paling bagus diantara peserta perempuan dan laki-laki. Yang pertama Dhian Ariasyah dan yang kedua Astari Triavanny. Pemberian hadiah secara simbolis diberikan kepada Ivan Valdi Mahmoeddin dan Pameldo Aziz.
Pada pukul  13.30 acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh alumni Ilmu Komunikasi yaitu Oklis Fetrawa dengan materi logo Remaking yang menggunakan aplikasi Ilustrator dan logo yang digunakan untuk praktek ialah logo HIMIKOM. Setelah pemateri memberikan materi para peserta ditugaska untuk mengedit sendiri logo HIMIKOM dari awal setelah selesai akan dinilai oleh tim pelaksana. Editan logo yang terpilih sebagai yang terbaik yaitu Nurhan Fajri dan Cemara. Secara simbolis hadiah diberikan oleh Kabad Periklanan Periode 2016 Sultan Kharis Ukima dan Ketua Bidang Penalaran dan Keilmuan (PK) Periode 2016, Nina Ambarsari. Setelah itu acara dilanjutkan dengan foto bersama antara tim pelaksana, pengurus HIMIKOM dan para peserta. Setelah itu para peserta diperbolehkan untuk pulang dan acara PDKV 2016 selesai.

Badan Periklanan HIMIKOM UNIB

Bengkulu Siap Bersaing

Sebagai negara maritim terdiri dari beribu pulau dan dikelilingi perairan yang sering kita sebut Lautan, Samudra dan Pantai. Termasuk salah satu didalamnya Provinsi Bengkulu, dimana provinsi yang memiliki batas luas      (14. 482 Ha)    memiliki beragam jenis pantai diantaranya Pantai Pasir putih, Pantai Kualo, Pantai Jakat dan Tapak Padri. Pantai ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi provinsi jika dikelola dengan baik bagi pemerintahan kota. Dari pantai ini provinsi bisa mendapatkan omset penghasilan yang cukup tinggi dan menjadi peluang bisnis yang dapat mengurangi pengangguran jika pemerintahan memberikan perhatian terkhusus untuk bidang pariwisata. Sehingga provinsi Bengkulu dapat meningkatkan kesejatraan masyarakat dibidang ekonomi dan sosial.

 Untuk merubah semua itu bukan hanya dari pemerintahannya saja tetapi masyarakat harus lebih jelih terhadap pemasalahan seperti ini, bias dimulai dengan jangan membuang sampah sembarangan dipantai dan gontong royong membersihkan sampah yang bersebaran dipantai tetapi masyarakat masih belum terlalu peka terhadap wisata yang ada diBengkulu, adanya kelompok pencinta kebersihan pantai akan lebih membantu dalam membersihkan pantai tetapi di kota Bengkulu ini belum ada kelompok seperti ini dikarenakan belum ada kesadaran dari diri masyarakat sangat disayangkan sekali pemberian Tuhan tidak terawat karena pemerintahan tidak dapat mengelolanya dengan baik sehinga kondisinya pun seperti ini yang sudah kita ketahui sampah dimana-mana, warung-warung seperti gubuk berjejeran, oleh karena itu jika pengunjung yang berdatangan ke pantai Bengkulu akan sangat kecewa jika melihat pantai yang kotor. Padahal juga terdapat fasilitas dipantai ini tetapi kondisinya pun juga sangat memprihatinkan.

Seharusnya pemerintahan juga bisa meniru pantai Indrayanti (Yogyakarta) dimana pemerintahannya memberlakukan adanya aturan denda sebesar Rp. 10.000,. kepada siapapun yang terbukti membuang sampah sembarangan. Jikakita sudah mengikuti langkah seperti itu maka kecil kemungkinan masyarakat ataupun wisatawan membuang sampah sembarangan, tetapi jangankan untuk memberlakukan aturan seperti itu untuk mengelolahnya saja masih belum bisa maksimal, pemerintahan harus lebih tegas dalam mengambil sikap untuk pariwisata ini karena dampaknya sangat besar bagi perekonomian masyarakat, banyaknya pengangguran dimana-mana membuat kota Bengkulu dijuluki kota miskin, padahal Bengkulu merupakan kota yang memiliki banyak pariwisata, dan tambang batu bara dan hasil panen nelayan, tetapi mengapa masih dikatakan miskin? Karena semua itu tidak dikelola dengan baik. Tidak ada kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintahan.

Jika Pariwisata diBengkulu sudah tertata dengan baik khususnya pantai tidak menutup kemungkinan Bengkulu bisa siap untuk bersaing dengan provinsi lainnya. Apalagi sekarang indonesia akan menghadapi MEA (Mayarakat Ekonomi Asean) sebuah integrasi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN, dalam menghadapi persaingan yang ketat ini Bengkulu haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, keterampilan ini seharusnya lebih dahulu diterapkan untuk pariwisata Bengkulu terutama pantai. Jika kita lihat provinsi lainya yang sekarang lagi gencar mengembangkan pariwisata contohnya kota Denpasar, Bali yang terkenal indah dengan pantai kuta yang sangat indah, bersih dan berpasir putuh dengan ombak yang panjang dan tempat surfing terbaik banyak menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sekarang giliran kita mengembangkan potensi untuk menarik minat wiatawan domistik dan mancanegara untuk berwisata kedaerah Bengkulu, pantai Bengkulu tidak kalah menarik dengan pantai kuta bali, pantai Bengkulu juga berpasir putih dan sangat panjang tetapi Bengkulu masih belum gencar dalam membudidayakan pariwisata sendiri, jika kita sudah mencintai wisata sendiri dan membersikan serta merawat dengan baik pantai bengkulu selain menghasilkan devisa untuk yang besar untuk negara. Provinsi kita menjadi terkenal dengan pariwisatanya. Bagaimana tertarikkah kalian? Kita bersama membangun peluang bisnis dan memperbaharui citra pantai kita menjadi pantai yang berdaya jual tinggi untuk wisatawan, keuntungan yan paling bear adalah Kota Bengkulu bisa dikenal dimana-mana.

            Pantai Malboro salah satu yang terdapat di provinsi Bengkulu, pantai ini bisa menyambungkan kita pada satu pulau kecil ditengah laut yaitu pulau tikus. Tetapi transportasi untuk menuju kepulau tikus masih minim dan membuat wisatawan tidak nyaman dalam perjalanan, dalam ekspetasi wisata membayangkan pantai yang memberi kenikmatan tersendiri tetapi kenyataannya berbeda biota laut yang ada dipulau tikus sangat sedikit bahkan hamper punah ditambah dengan karang-karang laut yang sudah tidak di ambil dan di perjual belikan oleh opnum yang tidak bertanggung jawab dan untuk terumbu karang menjadi indah lagi membutuhkan waktu yang lama. Tetapi kita harus memgelola Pulau kecil yang indah ini jika dibersihkan dari sampah ranting kayu, bungkusan makanan dan  menjaga biota-biota laut. ini akan menjadi pantai yang indah untuk dikunjungi wisatawan. Dan dipinggir-pinggir jalan dibangun cendera mata seperti gantungan kunci, topi, kaos, kemeja yang bertuliskan “1 Love Bengkulu” atau “Bengkulu is the best place”. Dengan cindera mata semacam ini bisa menimbulkan kenangan manis dihati wisatawan domistik atau mancanegara.

            Membangun Failitas seperti wisma atau hotel berbintang didekat pantai dan transportasi yang aman dan nyaman. Adanya Gazebo untuk parah wisatawan bersantai menikmati keindahan pantai dan permainan Jet Sky yang bisa disewa oleh para wisatawan untuk menikmati pantai dengan cara berbeda. Payung untuk berteduh yang berjejeran, terdapat juga lokasi untuk laying-layang dan  Memperbanyak delman atau kuda seperti yang ada diarea pantai Pasir putih dan Membuka restoran yang bersih untuk wisatawan bukan hanya warung-warung  pinggiran yang seperti sekarang, jika tempatnya nyaman makanannya enak itu akan menambah daya jual dari suatu makanan dan minuman, tentunya menambah penghasilan bagi masyarakat bengkulu apalagi banyaknya jenis makanan dibengkulu apabila dikelola dengan baik akan menambah nilai jual, misalnya hasil tanggapan dari nelayan bisa dikelola menjadi masakan yang mengugah selera para wisatawan menjadi rindu akan masakan ciri khas Bengkulu.

Kenyamanan dan kepuasan wisatawan akan menambah nilai lebih untuk wisata kita, wisatawan juga bisa berfungsi dalam media promosi karena jika wisatawan merasa puas terhadap wisata yang ada di Bengkulu dia akan memberitahukan kepada orang lain bahakan menyarankan orang tersebut untuk berwisata ke pantai Bengkulu. Banyaknya promosi yang diberikan oleh wisatawan akan menambah nilai lebih kota Bengkulu dimata wisatawan domistik maupun mancanegara.

Yang terakhir adalah media promosi dimana promosi pantai Bengkulu ini sangat membantu wisata dikenal semua orang, tetapi pemerintahan tidak mementingkan media promosi karena kepentingan tersendiri,  Karena media promosi itu sangat dibutuhkan bukan hanya promosi di iklan tetapi promosi wisatawan sangat berpengaruh sekali dengan wisata yang ada. Promosi juga bisa dilakukan oleh masyarakat Bengkulu mulai dari promosi di Media sosial misalnya facebook, twitter, Instagram, dan sebagainya. Dengan semua masyarakat dan pemerintahan bekerja sama dengan baik tidak ada tidak untuk bangkit membangun pariwisata kota Bengkulu. Kita bersama-sama membangun kota Bengkulu menjadi kota idama, kota imipian yang diharapkan oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jika Pantai Bengkulu bisa menghasilkan omset yang besar mengapa tidak dicoba.

Taman Kota Sebagai Ruang Hijau Publik di Kota Bengkulu

Polusi merupakan salah satu permasalahn yang ada di dalam masyarakat Indonesia, baik itu polusi udara, polusi suara, polusi air, maupun polusi tanah.Namun permasalahan yang timbul di masyarakat perkotaan seiring dengan perkembangan penduduk seringkali dapat menimbulkan masalah polusi, khususnya polusi udara. Hal tersebut terjadi karena semakin bertambahnya pula tingkat kepemilikan kendaraan.Masalah seperti ini juga terjadi di kota Bengkulu yang semakin hari semakin bertambah pula intensitas penggunaan kendaraannya di jalan.Tetapi, hal tersebut justru tidak seimbang dengan ruang hijau yang tersedia di kota bengkulu, karena pemerintah kurangikut andil atau memberikan perannya dalam pengadaan ruang hijau di kota Bengkulu, guna mengurangi polusi udara yang setiap hari kian meningkat.

Selain permasalahan mengenai kendaraan, kota Bengkulu juga mulai banyak dibangun gedung-gedung, seperti : hotel, ruko, dan mall, yang secara otomatis dapat menggunakan lahan yang tidak sedikit dan bisa saja lahan yang digunakan tersebut, yang  tadinya merupakan salah satu lahan atau daerah yang digunakan sebagai sarana penyerapan air hujan, namun justru dialih fungsikan sebagai tempat dibangunnya gedung-gedung tersebut. Hal ini semakin mempersempit lahan hijau, yang semestinya diharapkan bisa menyeimbangkan antara polusi yang dihasilkan dari masyarakat pengguna kendaraan dengan lahan hijau yang tersedia. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahn tersebut adalah adanya ruang hijau publik, karena ruang hijau merupakan sarana yang dapat menjadi “paru-paru” kota yang dapat menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida.Kemudian, ruang hijau publik yang dimaksud disini adalah taman kota.Karena kota Bengkulu sendiri pun belum mempunyai sebuah taman kota yang mampu menjadi ruang hijau publik, baik sebagai pengurang polusi maupun sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat kota. Dengan adanya taman kota ini, bisa menjadi sarana yang baik untuk berkumpulnya antar anggota masyarakat dari semua golongan baik tua maupun muda yang sembari menikmati kerindangan dan kesejukan alam hasil dari taman kota tersebut tanpa perlu jauh-jauh pergi ke daerah pegunugan seperti ke daerah Kepahiang dan Curup, karena jika demikian pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tentu saja tidak efektif

Taman kota ini nantinya dirancang pengadaannya dengan berbagai fasilitas yang memadai sekaligus dapat mendukung peran dan tujuan yang memang seharusnya, pertama lahan yang luas dan letaknya yang tergolong strategis dan mampu dijangkau dari arah mana saja agar tidak menjadi hambatan bagi siapapun yang ingin datang kesana. Kedua, taman kta tersebut harus dipenuhi dengan pepohonan hijau yang rindang dan harus ditata dengan seefisien mungkin sehingga menimbulkan rasa nyaman dan sejuk bagi siapapun yang berada disana. Ketiga, diharapkan juga untuk tersedianya bangku-bangku panjang, tempat ibadah, wc umum, jogging track,tempat sampah, dan berbagai fasilitas bermain untuk anak-anak seperti : ayunan, perosotan,jaring laba-laba dan lain sebagainya masih banyak lagi yang dapat diletakkan disana dan tentu saja harus bersifat aman untuk digunakan oleh anak-anak.

Tambahannya, di taman kota ini harus dilengkapi dengan aturan bahwa adanya larangan bagi para pedagang, baik itu pedagang asongan maupun pedagang besar untuk berjualan disana karena taman kota ini di rancang sedemikian rupa dengan fokus tujuan selain sebagai ruang hijau publik, yakni juga sebagai tempat rekreasi bebas sampah, dan yang di khawatirkan ada jika taman dipenuhi oleh para penjual yang berjualan secara sembarangan, akan dapat menimbulkan banyak sampah dari tangan-tangan nakal yang membuang sampah secara sembarangan.

Untuk mewujudkan rancangan mengenai taman kota dari ruang hijau tersebut,sangat  dibutuhkan peran pemerintah guna mendukung terwujudnya rancangan taman kota dalam berbagai aspek, termasuk dalam bentuk penyediaan lahan dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dalam menuangkan ide-ide kreatif mereka untuk menunjang dibuatnya taman kota di Bengkulu. Karena, tanpa adanya bantuan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan lahan dan fasilitas, masyarakat tidak akan bisa bergerak untuk dapat memulai dalam membuat rancangan taman kota yang sudah direncanakan, termasuk menghadirkan ciri khas provinsi bengkulu yaitu bunga rafflesia dan kain besurek, yang diharapkan pada kelanjutannya bisa membuat kota Bengkulu dikenal tidak hanya melalui taman kota nya semata, namun juga mempunyai sebuah ciri khas yang dapat membuat Bengkulu berbeda dan istimewa dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Namun, selain dalam wujud bantuan pemerintah dalam penyediaan lahan dan fasilitas, dibutuhkan pula turun tangan langsung dari masyarakat untuk membantu terwujudnya rancangan taman kota tersebut. Hal tersebut, dapat dimulai dengan membangun “Mentalitas” dalam diri masyarakat itu sendiri, dimana mentalitas disini yang dimaksud adalah bagaimana cara kita berpikir dan berperasaan dalam bertindak. Maksudnya, masyarakat harus benar-benar mendukung proses pembangunan taman kota tersebut, selain membantu pemerintah dalam pembangunannya, masyarakat juga benar-benar harus menjaga fasilitas yang sudah diberikan oleh pemerintah, dengan cara mengatasi tangan-tangan nakal yang seringkali mementingkan keperluan pribadinya sendiri, Misalnya dengan mengambil lampu-lampu jalan yang digunakan sebagai pernerang jalan bagi pengguna jalan,serta merusak fasilitas yang sudah tersedia di taman kota tersebut, seperti tidak membuang sampah pada tempatnya, atau meletakkan sampah pada tempat yang salah, seharusnya organik justru diletakkan ditempat anorganik, tidak menjaga kebersihkan wc umum setelah menggunakan wc umum tersebut, merusak bangku-bangku, mengotori tempat ibadah yang seharusnya benar-benar dijaga kebersihannya karena untuk tempat beribadah, serta mengedukasi anak-anak agar dapat timbul rasa kepedulian dan rasa cinta terhadap taman kota tersebut.

Dengan demikian, pengadaan ruang hijau publik di tengah masyarakat, yakni taman kota di kota Bengkulu memang perlu di rancang pengadaannya. Karena taman kota yg selama ini belum pernah Kota Bengkulu miliki, dapat dijadikan salah satu ikon bagi kota, disamping dari tujuan utama nya yaitu sebagai salah satu alternatif penanggulangan atas polusi udara, dan yang membantu meringankan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat sekarang.

Ciri khas yg bisa di tampilkan dari Bengkulu dapat berupa hal-hal yg memang selama ini telah menjadi khas dari budaya maupun khas alam nya provinsi Bengkulu, yakni batik besurek, bunga raflesia, dan sebagainya.
Sehingga, selain dapat menikmati nuansa alam yang terdapat di taman kota ini, siapapun masyarakat yang berkunjung dari semua golongan baik muda maupun tua, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat yang berasal dari luar kota Bengkulu, khususnya untuk masyarakat Bengkulu,diharapkan untuk dapat tetap merasa bangga akan budaya sendiri, lalu akan timbul pula rasa cinta untuk tetap selalu mempertahankan keaslian dan keindahan dari budaya tersebut agar tidak terkontaminasi dengan budaya-budaya yang tidak diharapkan masuk ataupun yang merusak budaya sendiri.

Dan bagi masyarakat di luar kota Bengkulu, baik masyarakat yang berasal dari indonesia sendiri maupun yang berasal dari warga asing atau luar Indonesia, akan dapat semakin mengenal bagaimana budaya dari kota Bengkulu, yang memang kaya akan budaya dan alam yang memang patut untuk di lestarikan.
Aldila Vidianingtyas Utami

Jangan Biarkan Pantai Panjang Tertinggal, Mari Perbaiki Aset Wisata Bengkulu!

Bengkulu memiliki keindahan wisata menarik yang tidak bisa dilewatkan. Salah satunya adalah Pantai Panjang. Pantai Panjang merupakan obyek wisata yang menyuguhkan pesona pasir putih yang membentang sejauh 7 km dan air laut yang jernih serta belaian ombak yang tenang. Keindahan Pantai Panjang juga dapat dinikmati oleh para wisatawan hingga senja datang. Mata wisatawan akan kembali dimanjakan oleh pemandangan tenggelamnya matahari atau sunset yang membuat hamparan kuning keemasan mewarnai langit pantai. Peristiwa sunset ditemani dengan pasir halus dan lembut yang menyelinap di antara jari kaki serta segarnya air pantai yang biru juga semakin membuat wisatawan terlena.

Secara geologis Pantai Panjang memiliki jarak titik pasang dan titik surut sejauh 500 meter[1]. Keadaan inilah yang membuat Pantai Panjang lebih indah apabila dilihat saat surut karena hamparan pasir jadi semakin luas. Selain itu, kita tidak hanya akan menemukan warna biru dari laut dan putihnya pasir pantai, tetapi juga hamparan hijau dari jejeran pohon cemara dan pinus yang tumbuh subur di sepanjang pantai. Selain dari keindahannya, dari sisi keamanan pantai ini memiliki ombak yang cenderung tenang, sehingga risiko terseret oleh ombak pun semakin kecil. Perpaduan pemandangan itulah yang menggoda  para wisatawan untuk mengintip dan selalu hadir menikmati keindahan salah satu aset wisata di Bengkulu ini.

Namun, sayangnya keindahan pantai ini tidak dilengkapi oleh fasilitas yang mendukung. Pengunjung dan masyarakat mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah dalam perawatan toilet umum. Toilet yang ada tidaklah layak pakai untuk digunakan oleh wisatawan dan masyarakat lokal, jumlahnya yang terbatas jelas mengurangi kenyamanan wisatawan dalam bewisata[2], pasalnya keterbatasan fasilitas toilet tersebut menyebabkan pengunjung pantai terpaksa mebuang hajat di pinggir pantai. Akibatnya, pantai menjadi semakin kotor. Selain permasalahan toilet, kurangnya perhatian pemerintah daerah semakin terlihat dari minimnya tempat duduk yang ada di area pantai, mengingat tempat duduk yang ada sudah dikomersalisasi oleh para pedagang. Keadaan ini semakin menyulitkan pengunjung untuk bersantai di pinggir pantai. Terlebih lagi kesempatan pengunjung untuk duduk dan bersantai hanya saat membeli makanan. Artinya bagi pengunjung yang duduk dan tidak membeli makanan maka serta merta dapat diusir oleh pedagang. Tidak hanya itu,  terdapat banyak sampah disekitar pantai dan sulitnya menemukan transportasi umum di sepanjang pantai memperparah keadaan pantai Panjang sebagai lokasi wisata.

Kemudian, dibandingkan dengan pariwisata pada umumnya, Pantai Panjang masih jauh tertinggal, mengingat belum tersedianya sarana rekreasi dan sarana olahraga tambahan yang seharusnya dapat menjadi nilai tambah bagi Pantai Panjang itu sendiri. Sebagai salah satu wisata yang namanya dapat dijual seharusnya pemerintah dan pengelola Pantai Panjang dan dapat menginisiasi ditambahkannya wahana baru  seperti volly pantai dan speed board serta mengadakan berbagai acara hiburan.

Melihat berbagai permasalahan ini seharusnya pemerintah daerah dapat mengambil tindakan perbaikan. Hal ini sangat diperlukan untuk memastikan eksistensi Pantai Panjang kedepanya, mengingat banyaknya keluhan dan kurangnya kepercayaan masyarakat dapat menyebabkan ketertarikan akan pantai ini menurun. Akibatnya retribusi dari wisata ini berpotensi menurun, sehingga memperbaiki fasilitas umum akan lebih baik daripada menelan pahitnya penurunan pendapatan daerah dikarenakan retribusi wisata yang menurun. Perbaikan tersebut dapat dimulai dari pengadaan kotak sampah di sepanjang area pantai dan memberikan himbauan kepada pengunjung bahwa mereka harus membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah juga dapat membuat sebuah program yang bertujuan untuk menjaga kebersihan pantai, seperti lomba mengambil sampah di area pantai atau gotong royong membersihkan pantai. Memberikan fasilitas toilet umum yang layak pakai dan bersih juga membantu mengembalikan kenyamanan pengunjung.

Selain itu sarana transportasi umum juga sangat dibutuhkan, maka seharusnya transportasi umum diizinkan beroperasi di sepanjang pantai. Hal ini akan memudahkan wisatawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk berkunjung ke Pantai Panjang kapan pun mereka mau. Pemerintah Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Pemda Bengkulu hendaknya juga menyediakan tempat duduk untuk para wisatawan bersantai di pinggir pantai. Tentunya fasilitas tempat duduk yang disediakan dapat membuat pengunjung merasa nyaman dan tidak perlu khawatir akan diusir oleh pedagang sekitar walaupun tidak membeli dagangan mereka. Sehingga semua pengunjung  memiliki hak yang sama untuk menikmati desiran ombak Pantai Panjang.

Sarana rekreasi dan sarana olahraga sebaiknya ditambahkan sebagai nilai plus pengunjung akan Pantai Panjang itu sendiri. Wahana baru yang dapat ditambahkan adalah  volly pantai dan speed board. Volly pantai yang harus disediakan adalah bola volly dan net. Untuk rekreasi atau acara hiburan, pemerintah dapat mengadakan berbagai acara di area Pantai Panjang, seperti pentas seni Bengkulu, bazar buku, festival karya anak Bengkulu, dan berbagai lomba yang dapat diikuti oleh keluarga. Pentas seni Bengkulu adalah kegiatan yang diselenggarakan sekali dalam sebulan yang menyajikan tarian-tarian tradisional Bengkulu atau penampilan teater musikal yang mengangkat cerita legenda dari kota Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan budaya dan cerita legenda kota Bengkulu kepada wisatawan yang berasal dari luar kota. Sehingga pengunjung tidak hanya berlibur namun mereka juga mengantongi ilmu.

Yang kedua adalah bazar buku, pemerintah dapat mengadakan kegiatan bazar buku satu kali dalam setahun dengan mendirikan stand di sepanjang pantai. Yang ketiga adalah festival karya anak Bengkulu, pemerintah dapat menyediakan stand yang akan diisi oleh berbagai jenis hasil karya anak-anak daerah di Bengkulu, seperti kerajinan tangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anak-anak daerah dan menunjukan kepada wisatawan bahwa masyarakat Bengkulu juga bisa berkarya. Yang keempat adalah diadakannya berbagai jenis perlombaan yang dapat diikuti oleh keluarga, seperti lomba membangun istana pasir bersama anggota keluarga. Mengingat bahwa Pantai Panjang adalah salah satu tempat favorit para keluarga berlibur, maka perlombaan ini dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakkan mereka. Peserta yang mendaftar dapat memberikan foto copy Kartu Keluarga kepada panitia. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut dapat memungkinkan meningkatnya daya tarik wisatawan baik di dalam atau pun luar kota untuk berkunjung.

Pantai memiliki banyak manfaat yaitu sebagai tempat rekreasi, lokasi berfoto, sumber ketenangan batin, pemasukan kas daerah, habitat hewan-hewan yang hidup di air, serta pantai dapat mencegah air pasang langsung membanjiri daratan[3]. Oleh karena itu, kita harus menjaga kondisi pantai agar tetap bersih. Fasilitas-fasilitas yang sudah ada dan belum terealisasikan juga seharusnya diiringi dengan perawatan dari pihak pengunjung dan pemda Bengkulu, jadi eksistensinya tidak temporer serta bersifat lama. Sangat disayangkan jika kita hanya mengeluh namun tidak dapat menjaga keindahan aset wisata di Bengkulu tersebut.
Dwi Juliana Nastiti