Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2016

Pancaran Manikam

Oleh : Dwi Juliana Nastiti

Dian mengisi ruangan sempit itu
Waridku berhenti berdenyut
Ion-ion harapan merasuki pikiran
Jemari kecil menggoreskan tinta diatas putih
Untaian cerita dan harapansemakin terukir jelas
Lantunan doa memohon inayah kepada-Nya tak lupa kuhaturkan
Aku memang hanyalah seonggok batu
Namun, aku memiliki imipian bak sebutir berlian
Aku tak akan pernah berhenti bermimpi!
Nanah mengalir di pelupuk mata
Andai mereka tahu, caci maki itu merobek hatiku
Sayapku patah, namun aku tak akan pernah berhenti bermimpi!
Tunggu aku, akan kukepakan sayap ini ke tempat yang kutuju
Ingat aku, gadis lusuh yang  selalu kau pikir payah
Tunggu aku, kan ku genggam negeri ini
Inilah aku, gadis lusuh sejuta impian

Seduhan Rindu

Oleh : Dwi Juliana Nastiti

Aku menghitung hari di tengah riuh amarahmu
Aku masih membayangkan senyummu yang menggantung di benakku
Ia seakan menagih pelukan
Semoga waktu dapat mendamaikan retak dan tak lagi menjadikan hatimu membatu
 Agar kita kembali berebut peluk sampai hari tak lagi mengenal waktu
Sayang, jika aku pernah menitipkan janji yang mengikat pada temu, atau mengikat apa saja yang kita sebut manis
Maafkan aku yang tak mampu menepati
Sayang, terima kasih jika kau telah memaafkan aku yang tak dapat membujuk amarahmu agar tak lagi berkecamuk
Semoga kelak akan ada kita diantara aku dan kamu
Semoga kelak kita dapat kembali menikmati bersama seduhan rindu

Jumat, 22 Mei 2015

Itu Kewajibanku

Itu Kewajibanku!


Pagi itu.....
Tak sengaja Aku tersentak dari tidurku yang lelap
Dengan wajah bingung dan badan kaku
Aku seraya merontak!
Bangunkan Aku!
Aku ingin terbebas dari belenggu karang yang tajam ini!!!!
Sesaat mataku terpanah kearah sebuah buku kecil
Tak kusadari perlahan airmatarku mengalir
Seakan aliran sungai yang mengalir deras di wajahku
Aku disini untuk siapa? Untu apa?
Dan hanya satu jawaban yang terlintas
Hanya  untuk mereka dan kesuksesan!
Lalu? Pantaskah Aku terbaring lemah di tempat lusuh ini?
Semangat yang perlahan menghilang, pantaskah ku biarkan menghilang?
Tidak!!!! Jeritanpun seraya menggema
Itu kewajibanku!
Menuntut ilmu....
Tuhan....
Izinkan Aku kembali mengenal kewajibanku! 

 By : Putri Intan Permatasari

Selasa, 21 April 2015

Tidak Menyerah

Derap langkahku terdengar keras menerjang batas..
Hari ini ku saksikan semua wajah tertunduk lesu..

Menanti semangkuk beras berjatuhan dari langit..

Rupiah makin sulit direngkuh oleh mereka..

Seluruh tenaga telah hilang tak dapat kembali lagi..

Hanya dapat kembali dengan meneguk sesuap nasi..

Mata begitu lelah menatap realita kehidupan..

Tak berubah sesuai impian di masa depan..

Hanya ada sisa si sikap cerdas ..

Dengan Berteriak satu kalimat penyambung hidup..

“Kami Tidak Menyerah !”


(Saras Pratiwi)

Senin, 15 September 2014

Berat Bibir

Berat bibir hendak berkritik ria..
Aku ini minoritas kontra sistematika gila..
Hilang pembela berteriak diri dalam duka..
Nol kemampuan berkarya gagal tepis realita..
Panjang kata terangkai, lebih panjang dusta..
Berat bibir hendak berkritik..
Awam kelas tongkol soal politik..
Digerogoti kode-kode etik..
Siklus kerja kekuasaan penuh intrik..
Dalang dan tokoh bermain lucu menggelitik..
Berat bibir hendak..
Tertahan diam penuh sesak..
Komentar citra penipu khalayak..
Tersekat dalam jauhnya jarak..
Diamnya emas mulialah ia dari perak..
Berat bibir..
Mata terbelalak panas tatap cengir..
Cengiran tengil remehkan diam dalam tabir..
Aku gigit luka bibir diam menunggu takdir..
Kaku, rasakan kekejaman tiada akhir..
Berat..
Dalam akal terngiang daftar hajat..
Tubuh tak mampu sedikit berbuat..
Berhadapan wajah mereka penjilat..
Opini dusta menyerang, kebaikkan diri harus kuat..


(Saras Pratiwi)

Sabtu, 07 September 2013

Menunggu Matahari

oleh Grasia Renata Lingga


diam 
Senyap, 
Lalu resah 

Tak ada penghantar menuju cahaya, setelah semalaman mencoba meresah. 
Kapan lagi mau kembali? 
Matahari belum muncul, untuk ikut jadi juri 
Setelah berlama-lama menunggu 
Akhirnya hampa juga. 

Nah, kapan lagi mau kembali? 
Masih betahkah menyepi, 
Menunggu matahari yang sunyi. 

Ataukah kita sama-sama menyerah saja, 
Lalu terbang ke angkasa 
Dan menjemput sendiri matahari 

Menunggu hanya akan membiarkan waktu mematikan detik-detiknya, kemudian lalu 
Sementara kita akan selalu samar-samar 
Tanpa pelita. 

Matahari boleh meninggi, tapi nanti 
Setelah kujemput dengan sembrani 
Dan membungkusnya pada kanvas yang minta di warnai. 

Mungkin memang begitu, 
Kita di minta untuk bersabar, 
Tepat hingga matahari jadi temaram, dan kita bisa melihat jelas wajah Tuhan yang sedari tadi mengetuk hati 

M E R D E K A ?


oleh Grasia Renata Lingga

Entah kali keberapa setelah kita mencoba merdeka bersama, dan negara ini tetap begitu adanya.

Hari ini, entah keberapa ribu hari yang telah berlalu, semenjak kita memilih mati ketimbang berkhianat pada negri.

Entah keberapa kalinya matahari menerangi semesta, mencoba memberi petunjuk pada langkah-langkah tegap dan hormat pada pelangi dua warna yang berkibar di angkasa.

Sekarang, aku memilih sendiri saja. Tak perlu menaruh harap pada matahari di lengan kanan dan bambu pada kiri yang tak pernah menyerah.
Karena pada akhirnya, kita menjemput merdeka kita bersama sepi.

Kali ini, merdeka kita di temani pagi dan angin senja yang setia, Langit biru kelabu dan awan-awan yang mendung.
berharap juga di temani gerimis yang lama sudah tidak muncul.
Karena disini, kami selalu berharap pada air.

Katanya kita kurang mengerti bagaimana merdeka membawa kita pada kebebasan bertindak, dan berkewenangan atas apa yang di benarkah hukum.
Tapi nyatanya kita selalu terpenjara pada pengertian aturan-aturan yang ribet.

Mana kala senja pagi ini menghantarkan kita pada cerita pahlawan di 68 tahun silam, aku masih bangga punya pejuang-pejuang setia.

Yang memilih mati ketimbang berkhianat. Yang memilih untuk merdeka dari hati ketimbang ritual hormat bendera.

Sekarang, berpuluh-puluh kilo meter dari suara bising ibu kota, aku mau cerita.
Bahwa ada banyak anak malang yang terjebak kebodohan dan ketidakmampuan, apakah itu yang katanya merdeka?

Dan lebih menyedihkan lagi, mereka tak tahu mengeja nama apa lagi menyanyikan Indonesia Raya.
Yang mereka tahu, hanyalah garuda pancasila. Karena lebih singkat katanya.

Bagaimana mau merdeka? Padahal bendera di kibarkan bukan bersama lagu Garuda pancasila apa lagi Balonku ada lima.

Merdeka?

Jumat, 06 September 2013

TeruntukMu, Kekasihku

oleh Grasia Renata Lingga

Tuhanku, malam ini adalah malam kerinduan yang tak sanggup kuatasi.
Aku tidak pernah bertanya, mengapa Kau harus lahir dan mati untuk menjawab kelukaan dan kecewa yang ku alami.

Mengapa Kau harus diam-diam mencintai, tanpa perlu kuketahui
Mengapa Kau harus jadi pengganti, atas keangkuhan dan kepura-puraan kami.
Mengapa masih saja setia menjadi penyelamat yang berjaga-jaga atas serangan-serangan penjahat.

Tuhanku, malam ini terlalu romantis untuk ku akhiri,
Ada banyak pesan dari surga yang bisa langsung kubaca
Bahwa mati dan bangkitMu adalah perjalanan cahaya

Kau tidak berpura-pura naik ke surga dan jadi Tuhan disana.
Tapi Kau sungguh-sungguh jadi cahaya
Sungguh-sungguh jadi penyelamat
Sungguh-sungguh jadi pendamai
Sungguh-sungguh jadi pengganti atas kebejatan dan penghianatan kami
Dan sungguh-sungguh jadi Tuhan atas duni ini.

Tuhanku, ini aku yang lemah
Aku tahu, bahwa belum terlambat menjadi malaikat
Terimakasih sudah bersedia bangkit.

All is Well

oleh Grasia renata Lingga

Matahari boleh pulang ke peraduan, sebagai temaram yang menjelma jadi kabut-kabut dan mendung, setelah usai meronda di siang.

Mungkin, kita masih canggung berdampingan dengan impian, seolah tak yakin akan hari esok yang sudah pasti akan kembali lagi.

Kenapa kita malah ragu, untuk mendiskusikan cinta atau sesekali bercerita tentang rumah impian?

Bukankah waktu yang ada terlalu ajaib untuk kita abaikan?
Kenapa harus menunggu tua untuk mengungkapkan?
Haha,

Tuhan, bukankah semua sudah tersedia?
Kenapa masih khawatir? Aneeh

Dan andai senja juga yang menjemput kita dari peraduan,
Biarkan saja kita menjelang lelap dengan mencuri waktu,untuk semakin mengenal diri dan hati

Tidak perlu repot menunggu, jalani saja dengan cinta
Karena semua sudah dalam daftar tunggu

Have a great w

Jumat, 19 Juli 2013

My Last Love



By. WLA


Sejauh mana ku coba untuk melupakan mu
Namun sejauh itu juga kau selalu hadir dalam ingatanku
Sejauh apa ku mencoba untuk menghindar darimu
Namun sejauh itu juga bayang2 mu selalu mengikutiku

Ntah sampai kapan aku akan mampu bertahan
Bertahan menahan segala rasa yang masih untukmu ini
Menahan segala rindu yang masih tertuju padamu
Tahukah kau betapa semua rasa ini menyiksaku
Aku selalu berharap suatu saat kau akan kembali padaku

Disetiap sinar mentari ku menunggumu
Disetiap rinai hujan aku selalu merindukanmu
Meski tak pernah ku tahu masih adakah namaku dihatimu

Merindukan Mu


By : WLA


Sayup-sayup suara mu
Masih selalu terngiang di telingaku
Senyum & tawa mu
Masih selalu menghiasi ingatanku

Tak pernah sekalipun
Kenangan itu bisa ku lupakan
Memori-memori indah bersamamu
Akan selalu hidup dihari ku

       Akan kah semua itu terulang ?
Aku tak pernah tau jawabannya
Namun, cinta ini selalu untuk mu
Meski tlah banyak cinta yang ku temui

Salahkah jika aku masih mencintaimu
Merindukan mu dan menunggu mu
Untuk kembali pada ku
Cinta yang selalu hidup disetiap nafas ini

Sabtu, 13 Juli 2013

Diri sendiri





Jangan pernah merasa sendiri
Walaupun kau tak dihargai
Seakan-akan ingin menjadi sosok yang lain
Yang lebih dihargai orang lain

Bermimpi, berharap untuk menjadi bulan
Atau..
Menjadi sosok lain yang berharga
Namun, semua itu hanya bisa dinikmati sesaat
Setelah semua berlalu
Impianpun berlalu

Jangan pernah berharap untuk menjadi bulan
Jangan pernah berharap untuk menjadi bintang
Atau,
Menjadi sosok lain yang lebih berharga

Memang indah saat dilihat
Dan dikagumi serta dipuji  semua makhluk
Namun, hal itu hanyalah sesaat
Juga hanya dari kejauhan
Maka, jadilah dri sendiri
Yang akan lebih dihrgi dan dikenang

Jangan menyerah
Jangan putus asa 
Sesungguhnya, kekuranganmu
Adalah kelebihan nyata bagimu

Oleh : exqyu

Trilogi cinta




Setelah lama aku menunggu dirimu

Dan kaupun menjadi milikku
Susahnya untukku melupakanmu
Karena kau ku cintai selalu

Tetapi sayang
Kehadiran kekasih lamamu
Yang datang kembli mengulang
Cinta dahulu

Mengapa ini semuanya
Harus terjadi
Apakah ini semua
Karena diriku

Sedangkan aku
Terperangkap dalam percintaan 
Tak mampu aku melepaskanmu

Kau ibarat
Terperangkap ditengah lautan
Ta arah kemana untuk menuju

Andai kau pinta aku untuk melepaskanmu
Terpaksa kan aku turutkan
Mungkinkah ini suatu pelajaran
Dalam percintaan

Oleh iis

Trilogi cinta


Setelah lama aku menunggu dirimu
Dan kaupun menjadi milikku
Susahnya untukku melupakanmu
Karena kau ku cintai selalu

Tetapi sayang
Kehadiran kekasih lamamu
Yang datang kembli mengulang
Cinta dahulu

Mengapa ini semuanya
Harus terjadi
Apakah ini semua
Karena diriku

Sedangkan aku
Terperangkap dalam percintaan
Tak mampu aku melepaskanmu

Kau ibarat
Terperangkap ditengah lautan
Ta arah kemana untuk menuju

Andai kau pinta aku untuk melepaskanmu
Terpaksa kan aku turutkan
Mungkinkah ini suatu pelajaran
Dalam percintaan

Oleh iis

Jumat, 12 Juli 2013

Puisi cinta


Cinta yang kurasakan begitu indah
Seperti burung-burung yang bbeterbangan di angkasa
Akankah terjadi bila hidup
Tanpa cinta bisa bahagia

Hanya kebohongan yang ada dalam cinta
Cinta hanya bisa membuat
Semua orang lupa
Akan segalanya

                                                                          Haruskah semua ini terjadi
                                                                          Bila cinta tak bermakna
                                                                          Maka buatlah orang bahagia
                                                                         Tanpa cinta


Oleh : capricorn


Yang berrharap : pembohong kecil


Pembohong besar
Hujan tak kan berhenti
Hanya membuat amarah
Yang semakin dalam

Sikecil dalam keluarga
Telah membuat masalah baru
Semoga esok tak terjadi apa-apa
Jika ia beruntung

Angin malam telah menyapa ku
Membuat hatiku gemetar
Dia bagaikan patung
Mencari kebenaran

Sunyi datang saat berjumpa
Amarah masih melekat
Raut wajah yang membosankan
Pandangan mata yang tajam

Membuat putus suatu kesepakatan
Merusak suat keistimewaan
Entah sampai kapan ? burung-burung kecil
Akan berkicau kembali,, hingga
Suasana kembali bahagia

exqyu

Kamis, 11 Juli 2013

Bulan


Ketika bulan menerangi malam yang gelap gulita
Ketika itu pula aku larut dalam keheningan malam
Tak ada cahaya yang memerangi bumi ini
Kecuali bulan....

Bulan... kau selalu hadir disetiap malam
Kehadiranmu bagaikan pelita hatiku
Ketika aku melihatmu
Aku selalu ingat akan dirinya

Seakan-akan cahaya bulan
Sinarmu tak akan hilang
Hingga larut malam
Seolah-olah seperti cinta yang terus berjalan
dan tak ada henti
Oh bulan kau adalah cahaya malamku

Oleh : poenya q

Kenangan

Hujan gerimis di sore hari
Yang menghalangi hangatnya sinar matahari
Dan menggantikannya dengan pelangi
Yang bisa menyakiti hati ini
    Sehingga membuatku menangis selalu
    Karena kuteringat masa lalu
    Masa lalu yang sangat pilu
    Membawaku untuk membawa lembaran baru
Setelah aku buka lembaran baru
Namun belum ada yang bisa membutaku senang
Untuk kujadikan kalimat-kalimat baru
Yang bisa dijadikan sebagai catatan penting
    Dalam sebuah buku dengan tinta warna ungu
    Maupun ddlm kalbuku
    Yang diselimuti oleh angan-anganku



Oleh : Exqyu

Bulan dan Bintang










Saat ku lihat bulan dan bintang
Ku teringat akan semua masa lalu kita
Tapi,,,,,,,, saat bulan sedang bermasalah
Mengapa bintang tiba-tiba pergi
    Seakan-akan,,,,, menyalahkan sang bulan
    Dan membiarkan bulan sendiri
    Smpai ia kesiangan
Tahukah kamu, perasaan sang bulan ?
Saat ia ditinggal bintang ?
Bintang hanya merasa tak bersalah
Walaupun bintang memberi cahaya kebahagiaan
                                            Tapi, apakah bintang juga bisa
                                            Memberikan kebahagiaan pada sang bulan?
                                            Bila bisa.........
                                            Coba buktikan dan katakan !
                                      Supaya, sang bulan bisa tersenyum kembali
                                      Dan juga kembali memancarkan cahaya
                                      Kebahagiaannya untuk semuanya
                   
                                                                                                                Oleh : Exqyu

Jumat, 30 November 2012

Menyapa dengan Senyuman

Aku adalah malam
dingin menusuk tulang putih
selimuti lelap insan letih
gelap, tanpa secercah cahaya

ketakutan malam adalah jiwa ku
mungukir tinta hitam di atas kertas putih
goresan luka terukir indah di arsip cinta
debu,selimuti sampul indah tahun lalu
seperti malam selimuti alam

dekap aku kasih
jika malam takutkan mu menyusuri jalan
karena aku adalah malam itu.

jangan takut kasih,
aku akan selalu mengisi celah di antara jemari mu
menuntunmu menyusuri dalamnya samudra cinta

ketika kedamaian menyambut cinta kita
saat itu,biarkan cintaku menyapa mu dengan senyuman


By : Wiri kom'12