Senin, 15 September 2014

Berat Bibir

Berat bibir hendak berkritik ria..
Aku ini minoritas kontra sistematika gila..
Hilang pembela berteriak diri dalam duka..
Nol kemampuan berkarya gagal tepis realita..
Panjang kata terangkai, lebih panjang dusta..
Berat bibir hendak berkritik..
Awam kelas tongkol soal politik..
Digerogoti kode-kode etik..
Siklus kerja kekuasaan penuh intrik..
Dalang dan tokoh bermain lucu menggelitik..
Berat bibir hendak..
Tertahan diam penuh sesak..
Komentar citra penipu khalayak..
Tersekat dalam jauhnya jarak..
Diamnya emas mulialah ia dari perak..
Berat bibir..
Mata terbelalak panas tatap cengir..
Cengiran tengil remehkan diam dalam tabir..
Aku gigit luka bibir diam menunggu takdir..
Kaku, rasakan kekejaman tiada akhir..
Berat..
Dalam akal terngiang daftar hajat..
Tubuh tak mampu sedikit berbuat..
Berhadapan wajah mereka penjilat..
Opini dusta menyerang, kebaikkan diri harus kuat..


(Saras Pratiwi)

0 komentar:

Posting Komentar