Kamis, 03 Mei 2012

NICE FM RESMI DIKELOLA HIMIKOM

Berdasarkan hasil rapat bersama antara Ketua Laboratorium Komunikasi Alfaraby, S.Sos, M.A dengan HIMIKOM beberapa waktu lalu diputuskan bahwa radio komunitas NICE FM dalam pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada HIMIKOM. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi yang cukup panjang di ruang rapat jurusan ilmu komunikasi.

HIMIKOM pada dasarnya telah memiliki satu Radio Komunitas Swara Komunikasi FM (SWAKOM) yang didirikan oleh Kepengurusan HIMIKOM periode 2000-2001. SWAKOM didirikan waktu itu sebagai bentuk protes terhadap pihak Jurusan yang memang belum memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengembangkan minat dan bakatnya dalam dunia penyiaran. Hingga tercetuslah mendirikan SWAKOM dengan tujuan sebagai wadah bagi mahasiswa ilmu komunikasi dalam mengembangkan bakat dalam bidang penyiaran.

Alat pertama yang dikumpulkan pada saat itu adalah Radio Feed Back, kabel pemancar, dan speaker. Dana untuk mengumpulkan alat-alat ini di dapat dari dana pribadi mahasiswa ilmu komunikasi sendiri. Hingga akhirnya pada bulan April 2000, diluncurkan siaran perdana “Swara Komunikasi” dengan jangkauan yang masih sangat kecil.

Swara komunikasi perlahan berkembang dari tahun ketahun. Meskipun dalam pengelolaannya sering mengalami kendala dan pasang surut dalam manajemennya. Tapi tetap saja SWAKOM tidak asing lagi di telinga jajaran pengurus dan anggota HIMIKOM Universitas Bengkulu.

Beberapa waktu lalu, Studio swara komunikasi yang terletak di lantai dua Sekeretariat Jurusan harus dipindahkan lantaran Laboratorium jurusan Ilmu komunikasi telah mendirikan sebuah radio komunitas News Information Communication and Education (NICE ) FM. Akhirnya peralatan radio Swara Komunikasi dipindahkan ke Sekretariat HIMIKOM yang terletak di lantai dua Gedung Kuliah Bersama (GKB) II FISIP Unib.

NICE FM dengan jangkauan yang lebih luas dan peralatan yang lebih memadai secara tidak langsung mempengaruhi eksistensi dan aktifitas siaran di radio Swara Komunikasi yang dikelolah badan penyiaran HIMIKOM.
Pada tahun pertama pengadaannya, NICE FM masih belum jelas siapa yang akan mengelolahnya lantaran HIMIKOM sendiri telah memiliki SWAKOM. Kepengurusan 2010-2011 waktu itu akhirnya memutuskan untuk tetap mengelola swara komunikasi dikarenakan NICE FM belum jelas statusnya.

Belakangan, SWAKOM mengalami kendala teknis dalam penyiaran lantaran usai pelaksanaan Musyawarah Kerja (MUKER) ke-XI HIMIKOM tahun 2011, peralatan SWAKOM berupa Pemancar dan Ram CPU hilang dibobol maling.
Ketua HIMIKOM terpilih pada saat itu belum dilantik dan belum mendapatkan Surat Tugas dari Fakultas. Ketika itu pengurus tengah melakukan perekrutan pengurus. Kejadian ini menjadi musibah sekaligus cobaan awal dari Kpengurusan Baru periode 2011-2012.
Usaha mengusut kejadian tersebut sudah dilakukan pihak pengurus dengan mengusut kejadian tersebut hingga tataran keamanan Universitas. Akan tetapi usaha tersebut sia-sia karena tak begitu direspon oleh pihak keamanan rektorat dengan alasan lokasi studio siaran yang memang jauh dari pantauan petugas keamanan kampus.
Usai dilantik, pengurus HIMIKOM 2011-2012 langsung melakukan rapat koordinasi menanggapi kejadian tersebut. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, pengurus memutuskan untuk tetap siaran di SWAKOM secara Off Air dengan tetap bekerjasama dengan NICE FM sebagai laboratorium siaran untuk anggota SWAKOM yang sudah dianggap layak siaran.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, memanajemen dua radio sekaligus membuat bingung Badan penyiaran HIMIKOM yang diketuai oleh Siamy Maisaroh. Hingga terlintas gagasan untuk membuat SWAKOM “Live Streaming”. Gagasan tersebut akhirnya dicoba untuk dijalankan oleh Ketua Badan Penyiaran Dedi Apriza. Akan tetapi lagi-lagi menemukan kendala dalam SDM yang akan mengelolah. Termasuk kesulitan dalam mencari penyiar yang siap Online di jam-jam tertentu.

Dengan keadaan tersebut, Presidium langsung melakukan koordinasi terkait permasalahan tersebut. Hingga akhirnya memutuskan untuk berkoordinasi dengan Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi yang kala itu telah memberikan sinyal untuk menyerahkan manajemen NICE FM ke badan Penyiaran HIMIKOM.
Akhirnya pada Januari 2012 lalu digelarlah lokakarya NICE FM oleh Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi yang mengundang bupati HIMIKOM dan Ketua Badan Penyiaran HIMIKOM. Dalam lokakarya tersebut, Bupati HIMIKOM Edwin Syaputra mempertanyakan status kepengurusan dan manajemen NICE FM. Hal ini disebabkan beberapa waktu lalu HIMIKOM sempat mengadakan kerjasama siaran antara SWAKOM dan NICE FM dimana hal itu malah membingungkan para penyiar antara NICE FM dan SWAKOM FM.

Dan akhirnya ditanggapi oleh Ketua laboratorium Ilmu Komunikasi Alfaraby yang menginginkan HIMIKOM dapat sepenuhnya mengelolah dan memanajemen NICE FM kedepan. Hasil rapat tersebut akhirnya memutuskan bahwa NICE FM kedepan sepenuhnya diserahkan kepada HIMIKOM dalam manajemen dan pengelolaannya.

Dengan keputusan ini, presidium HIMIKOM langsung berkoordinasi dan menyepakati bahwa kedepan HIMIKOM akan fokus mengelolah NICE FM yang sebetulnya memang diperuntukkan sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa ilmu komunikasi dalam bidang penyiaran. Sama halnya dengan Visi dari SWAKOM yang telah lebih dahulu didirikan oleh pengurus HIMIKOM dahulunya.

Dalam kesempatan itu Bupati HIMIKOM menyampaikan beberapa hal terkait pengalihan ini. Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan tetap memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pendiri dan Pengelolah SWAKOM dahulunya. Pengalihan ini diharapkan dipandang secara positif oleh semua pihak demi kemajuan dan perkembangan HIMIKOM kedepan.

1 komentar:

  1. Sukses xlalu... Action, jangan terlalu banyak mikir

    BalasHapus