Rabu, 19 Oktober 2011

Semangat Kemerdekaan

Minggu, 11 September 2011



“...Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan. Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan...”
Sejak manusia di lahirkan, telah di berikan tugas untuk menghapus berbagai macam jenis penjajahan. Baik penjajahan yang bersifat individual, hingga penjajahan yang bersifat kelompok. Jika dicari apakah arti kemerdekaan secara mendasar, Negara Indonesia pun telah merumuskannya sejak ia terbebas dari ‘penjajahan’ negara luar. Kemerdekaan adalah membebaskan diri dari hal yang jauh dari sifat kemanusiaan dan keadilan. Kemerdekaan adalah kebebasan sejati yang harus di capai bagi seitap individu. Namun bukan berarti kemedekaan di letakkan di atas segalanya.
Manusia terus berupaya untuk mencapai kemerdekaan sesuai dengan titah Yang Kuasa, untuk mengharuskan hambanya terbebas dari belenggu-belenggu yang membodohkan. Hanya saja, proses serta waktu, yang terkadang tak sejalan dengan apa yang seharusnya menjadi tugas untuk segera di laksakan.
Mahasiswa sebagai salah satu penerus perjuangan pahlawan yang telah terdahulu, menjadi ujung tombak akan masa depan bangsa. Sangat di sayangkan, jika penerus yang sangat di harapkan dapat memajukan, menjadi faktor penyebab kemunduran bangsa.
Sejak awal memasuki dan mengenal kehidupan kampus, mahasiswa juga telah terbebas dari bentuk penjajahan sistem pendidikan di sekolah menengah yang di buat oleh berbagai macam peraturan. Mereka kembali terlahir menjadi ‘jiwa baru’ yang harus melanjutkan ke estafet selanjutnya dalam mencari arti kemerdekaan lain. Pendidikan sekolah yang mempunyai peraturan ini itu, terkadang harus di sadari sebagai faktor penghambat kreatifitas siswa nya untuk berkembang dan melihat dunia sosial yang sebenarnya. Dan hal itu lah yang menjadi peran dan pelajaran mahasiswa yang mengambil fakultas keguruan atau lain nya yang harusnya merubah pola pendidikan menjadi lebih baik. Bukan malah sebaliknya. Dengan mengandalkan negara yang sangat mudah untuk menjual beli berbagai macam banyak hal, akhirmnya mencetak calon guru yang asal-asalan, hingga akhirnya pendidika n pun semakin tak menentu.
Kemerdekaan adalah bebas dari segalanya. Ketika kita membatasi pemikiran yang tertuang, artinya pun kita menjadikan diri kita menjadi salah seorang yang menginginkan penjajahan. Membebaskan fikiran, bukan berarti memberikan ruang tanpa batas yang tak terkendali. Namun memerdekakan fikiran harus ada dasar dan landasan yang kuat.

0 komentar:

Posting Komentar