Kamis, 13 September 2012

Kalau

Oleh:  Grasia Renata Lingga

Kalau kau pun bernama kesunyian.
izinkan aku memberi tanda- tanda untuk menapaki perjalananmu yang nyaris henti..
izinkan dengan sungguh, walau hanya untuk kedua, ketiga ataupun yang terakhir kalinya
meneriaki namamu dalam perjalanan panjang yang sudah lalu.

Kalau kau pun bernama lelah.
biarlah, toh sudah lebih dari sekian purnama yang kita lalui.
tak mungkin pula, kuingkari tiap kata.
biarlah, kalau kaupun menghentikan langkahmu.
dan berbalik pulang.
toh, hidup tak pula sebatas ini dan itu saja.
lebih dari apa yang kita duga, lebih dari mimpi- mimpi kita,
lebih dari tiap harapan yag kita bangun bersama.

Kalau kau pun bernama masa lalu.
Akan kuceritakan kisah- kisa yang menyejukkannya saja.
akan kumaknai tiap luka dengan apa saja yang menyenangkan.
toh, baik aku ataupun kau, tak jua mampu membatasi kehidupan.

Kalau kau pun terpaksa hadir pada masa yang akan datang.
akan kuterima kau dengan segala kekurangan, dan kekuatan jiwamu.
bukankah begitu sebelumnya.

Mahasiswa Baru Keluhkan Antrian Panjang Daftar Ulang

Sehubungan dengan adanya daftar ulang mahasiswa baru UNIB 2012 jalur SNMPTN undangan, tertulis, dan juga jalur PPA. UNIB membuka pendaftaran ulang di gedung rektorat, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya antrian panjangpun tidak bisa dihindarkan lagi, hal ini terlihat sepanjang periode daftar ulang dari SNMPTN undangan, tertulis sampai PPA para mahasiswa baru UNIB tahun 2012 harus menunggu berjam-jam untuk melakukan registrasi ulang.

Prima Pertiwi Saraswati  salah seorang mahasiswa baru fakultas FISIPOL  jurusan Ilmu Komunikasi  mengaku merasa lelah  karena menunggu antrian yang panjang, ditambah lagi dengan barisan yang berantakan membuatnya pusing.  “Perasaannya yang pasti kesal ada, karena antriannya yang panjang dan tidak teratur, capek berdiri terus ditengah panas matahari, belum lagi waktu antrinya orang-orang bejubel, pada berebutan mau deket pintu agar kedengaran nama mereka dipanggil terus kadang-kadang juga gak kedengaran nama kita dipanggil jadi bingung juga udah dipanggil apa belum”, keluhnya kepada Baskom beberapa waktu lalu. Mahasiswa baru asal MAN 1 Model Kota Bengkulu ini juga mengaku walaupun capek tetapi dia bangga dan juga legah karena telah  diterima di UNIB dikarenakan jurusan yang diraihnya melalui jalur SNMPTN undangan ini merupakan jurusan yang memang dia idam-idamkan sejak dulu.
“Walaupun capek pas saat daftar ulang, tapi aku legah karena udah keterima di UNIB, senang dan bersyukur kepada Allah karena diberi kesempatan untuk dapat berkuliah di Universitas yang bagus dan terluas se-Asia yaitu Universitas Bengkulu, dan bertambah senang ketika tahu diterima di jurusan Ilkom yang memang diidam-idamkan dari dulu melalui jalur undangan”, tambah Tiwi.

Kejadian serupa juga dikeluhkan Eni Fitri Mahasiswa baru Sosiologi yang berasal dari SMA 1 Pondok Kelapa. Dirinya mengakui jam istirahat yang terlalu lama membuatnya dan teman-temannya lelah menunggu.
“ Aku lelah waktu nunggu dari pagi terus jam istirahatnya juga lama banget jadi tambah lelah nunggu”, terangnya.
 Dengan terjadianya kejadian serupa setiap tahunnya,  para mahasiswa baru inipun berharap agar panitia pendaftaran ulang UNIB ditahun-tahun yang akan datang lebih menertibkan kembali dan memperhatikan para mahasiswa baru yang melakukan daftar ulang  untuk meminimalisir antrian panjang kembali terjadi.
“Harapannya agar lebih diperhatikan lagi untuk mahasiswa baru yang mau daftar ulang, ditertibkan kembali, bila perlu pake mic untuk memanggil nama mahasiswa karena suara panitia kadang tidak terlalu jelas”, tutup Tiwi. (jwt_red)

PROBLEMATIKA MAPAWARU

Mapawaru merupakan kegiatan masa perkenalan mahasiswa baru. Kegiatan ini adalah salah satu program kerja BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini pun BEM kembali mengadakan kegiatan mapawaru seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun pada kegiatan kali ini terjadi sedikit kesalahpahaman antara pihak fakultas, BEM fisip dan panitia mapawaru sendiri. Setiap tahunnya kegiatan mapawaru memang selalu bertentangan dengan pihak fakultas. Mereka menduga bahwa mapawaru ini merupakan pkk fakultas. Padahal mapawaru ini merupakan kegiaatan penyambutan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh bem fisip Unib dan pihak fakultas hanya menyetujui saja. Sedangkan pkk fakultas merupakan program kerja pihak fakultas untuk pengenalan kehidupan kampus tingkat fakultas dan merupakan tanggung jawab penuh fakultas. Pkk fakultas ini lebih memperkenalkan mengenai bidang akademik, seperti cara pengisian krs dll. Sedangkan Mapawaru lebih memperkenalkan pada bidang keorganisasian, mempererat hubungan antara mahasiswa baru dan senior. Karena masalah tersebut mapawaru tahun ini belum pasti kapan akan dilaksanakan. Panitia mapawaru sendiri berencana akan melaksanakan mapawaru pada 8 – 9 september seperti yang dianjurkan oleh fakultas supaya terlihat jelas perbedaan aantara kegiatan fakultas dan bem. Karena pelaksanaannya yang dilakukan setelah memasuki semester ganjil maka kemungkinan kegiatan mapawaru akan ganti nama. Pkk fakultas akan dilaksanakan selama 2 hari, sedangkan mapawaru akan dilaksanakan selama 2 hari juga namun seminggu setelah pkk fakultas. Menurut sekretaris mapawaru, Dora elia kasih “ tidak jadi masalah karena dengan seperti itu mahasiswa baru akan mendapatkan banyak ilmu. Tapi dalam pelaksanaannya panitia harus selalu kompak menjalankannya, jangan sampai kegiatannya hancur dan mengecewakan karena kegiatan ini baru dilaksanakan pertama kalinya.” Perubahan ini cukup berpengaruh terhadap kegiatan di jurusan-jurusan Fakultas fisipol, karena dengan diundurnya kegiatan mapawaru maka kegiatan jurusan juga terpaksa harus menyesuaikan sehingga susunan kegiatannyapun harus dirombak ulang. Dengan demikian, panitia pelaksana kegiatan fakultas ataupun bem harus bekerja lebih ekstra lagi begitu juga dengan panitia pelaksana kegiatan di tingkat jurusan. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang baru dilaksanakan pertama kalinya ini bisa berjalan lancar dan akan menjadi contoh buat kegiatan penyambutan mahasiswa baru di tahun-tahun berikutnya. (lia_red)


JADI APAKAH ANDA LIMA TAHUN KEDEPAN??

Jika kita berandai- andai,  meluruskan waktu yang kita fikir masih sangat panjang pasti akan tergambar siapa kita lima tahun lagi?? Jika kita adalah mahasiswa yang terus berkutat pada tehnik pengajaran dan ilmu- ilmu dasar, tak salah lagi, bahwa kita lah guru masa depan. Jika kita adalah mahasiswa dengan tuntutan pemahaman tentang pembukuan dan keuangan, dan dengan telitinya memeriksa kesalahan pada debit dan kredit  untuk tiap- tiap pengeluaran, berarti bisa juga kita menebak, bahwa kitalah calon- calon mentri keungan ibu pertiwi, atau paling tidak bendahara pada Bank- Bank swasta yang akhir-akhir ini sudah banyak berdiri.

Jika kita adalah mahasiswa yang terus saja mengerjakan mesin- mesin dengan perangkat perangkat lunak ataupun kerasnya, yang memahami komputer dan listrik, atau bahkan sibuk membuat maked- maked konstruksi bangunan hingga skalanya sesuai dengan wujudnyatanya,  tak akan jauh menyimpang, bahwa kita lah kontraktor- kontraktor masa depan, penggerak kemajuan teknologi, dan pekerja- pekerja industry canggih mendatang.
Bagaimana dengan ANDA??

Jika pertanyaan yang sama, yang akan anda lontarkan pada saya, saya akan menjawab bahwa saya lah sosok  jurnalis masa depan, yang akan menegakkan idealisme pewartaan, yang akan membagikan informasi berimbang dan terpercaya, yang akan secara lugas dan actual mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan kalian mengenai birokrat yang sudah tak jelas lagi di era kekinian. Saya akan menjawab, bahwa saya adalah orang dengan kaos oblong standar, jeans serta buku note, pena jadi pegangan, akan saya tuliskan apa saja yang akan kalian butuhkan atau harapkan.

Nama saya akan terus saja ada di Koran- Koran lokal dan nasional sebagai wartawan yang mencoba untuk idealis,  akan saya coba mengupas tuntas kisah- kisah soeharto yang sudah almarhum, yang terus saja mengganjal di sanubari, apa benar beliau kaum marhaen?? Akan saya usahakan juga, menuntaskan kisah perjalanan konglomerat Bakri yang katanya, sudah bisa membeli Indonesia. Akan saya usahakan juga ini, itu, dan segala macamnya, banyak sekali rencana, begitulah gambaran saya lima tahun selanjutnya. Namun tiba- tiba saja, tersadar, mungkinkah bisa kita berbicara sesuai hukum kebebasan dalam aturan- aturan demokrasi yang kita ciptakan bersama- sama. Mungkinkah kita masih bisa bertanya akan kepelikan dan sungsangnya pemerintahan bapak nomor satu kita. Saya mungkin orang pertama, dan mungkin selanjutnya kalian yang akan mundur perlahan dari ikatan kartu pers yang semakin hari hilang kesaktiannya.

Bingung bagaimana caranya mempertahankan ideology pewartaan, dengan pelototan mata dari segala penjuru, ingin menggurui tiap kata yang akan kita susun dalam bentuk cerita singkat pada Koran lokal ibu kota. Jika anda, ingin menjadi sama ataupun sedikit lebih di atas saya, dengan cita- cita yang sama, ILMU KOMUNIKASI mampu memahami gelisah kita. Dengan penjurusan HUBUNGAN MASYARAKAT, JURNALISTIK, KOMUNIKASI POLITK, mampu menjawab paling tidak memenuhi apa yang sedang saya atau anda takutkan. Dengan lahirnya JURNALISTIK pula, tak menyurutkan niat kita untuk menjadi pewarta masa depan. Walaupun birokrat yang tak tentu susunannya selalu menuntut lebih dari apa yang ingin kita ciptakan, selalu mempertanyakan apa mampu kita. Kita bisa bertumbuh bersama-sama untuk menjawab tantangan global, sebelum datang lima tahun selanjutnya. Sebelum kita menyesali waktu yang akan terus saja berlalu.

Kita bentuk sendiri, makna- makna yang terkandung dari tiap kata  yang kita susun dalam bentuk informasi yang pada awalnya masih sederhana. Jika pada jurusan lain, sudah jelas adanya, lima tahun kedepan, akan berdiri pada posisi yang sudah di pelajari sedari kini. Anak hukum ya paling tidak jadi jaksa, yang ekonomi paling tidak jadi akuntan, yang teknik sispil paling tidak jadi surveior, begitulah. Ilmu komunikasi dengan peminat yang tiap tahun terus melebihi kuota, dengan prospek yang  akan pasti jika kita pahami sendiri, ingin focus pada bagian apa, akan bingung mau jadi apa pada tahun kelima, karena banyaknya lapangan kerja yang tersedia.

Namun, banyak tersedianya lahan kerja menjadi kelemahan tersendiri bagi mahasiswa ilmu komunikasi. Karena bingung ingin focus pada bagian apa, namun jika kita belajar, bertanya dan berlatih untuk mengerti, dan mencari tahu apa mampu dan mau kita, serta apa yang kita ingini pada jurusan ini, akan tampak jelas juga, jadi apa kita lima tahun berikutnya. Cari tahu dari sekarang, sebelum memasuki jurusan pengkususan, masuk HUBUNGAN MASYARAKAT bukan karena ikut- ikut sahabat sejati, ataupun dengan modus malas menulis. Tapi, karena kita memang ingin jadi DUTA, dan bahkan juru bicara presiden selanjutnya. Memilih JURNALISTIK Karena kita benar- benar ingin menjadi seorang jurnalis masa depan yang akan menuliskan apa yang di butuhkan masyarakat, bukan malah beralih menuruti para petinggi yang sedikit miring.

Memilih KOMUNIKASI POLITIK, karena kita benar- benar mencoba untuk membuktikan, ataupun mengubah paradigma negative tentang perpolitikan INDONESIA, yang terus saja jadi olok- olokan mahasiswa,  ataupun mencoba  membuktikan bahwa para pemerintah politik memiliki mimpi yang sama dengan mahsiswa untuk membangun Negara, atau lagi boleh di ajak kerja sama, pasti Indonesia sejahtera. Dan ketika anda selesai membaca tulisan singkat ini, mulailah dengan pertanyaan pertama, JADI APAKAH SAYA LIMA TAHUN BERIKUTNYA?

A BRIEF HISTORY ABOUT FISIP

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) berdiri sejak tahun 1982, bersamaan dengan berdirinya UNIB berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 tahun 1982 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Daud Yusuf.  FISIP UNIB pertama kali berdiri dipimpin oleh Dekan Drs. Hasnul Basri masa jabatan 1982 – 1990. Periode 1990 – 1994 FISIP UNIB dipimpin oleh Dra. Syamsinah Ansori, periode 1994 – 1998 dipimpin oleh Dra. Nini Chairani, periode 1998 – 2005 dipimpin oleh Drs. Suwarno Utomo. Sejak tahun 2005 sampai sekarang jabatan Dekan FISIP UNIB dipegang oleh Drs. Panji Suminar, MA. Pada awal berdiri, fakultas ini hanya memiliki satu jurusan, yaitu Ilmu Kesejahteraan Sosial. Namun seiring dengan kebutuhan pengembangan lembaga dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, maka pada tahun 1998 didirikan tiga program studi baru, yakni D3 Ilmu Perpustakaan dan D3 Ilmu Jurnalistik, dan program studi non reguler S1 Ilmu Administrasi Negara. Kemudian pada tahun 1999 FISIP menambah lagi tiga program studi baru reguler, yakni Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Sosiologi. Pada tahun 2004, Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Sosiologi berubah statusnya menjadi jurusan. Pada Tahun Akademik 2009/2010 dibuka Program D3 Sekretaris dan Progarm Magister Administrasi Publik (MIA), secara keseluruhan FISIP UNIB saat ini memiliki 8 (delapan) program studi, yang terdiri dari 4 program studi non reguler dan 4 program studi reguler. Sampai dengan tahun akademik 2010/2011, FISIP memiliki 71 staf pengajar yang didukung oleh 40 staf administrasi (16 orang diantaranya tenaga tidak tetap) untuk melayani 1347 orang mahasiswa. Jumlah lulusan FISIP sampai dengan tahun akademik 2009/2010 adalah 3291 orang yang sudah tersebar di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta. Komitmen FISIP sebagai penyelenggara pendidikan tinggi mengarah pada pengkajian dan pengembangan kualitas dan daya saing lulusan, kesehatan organisasi, dan antisipasi situasi eksternal seperti global communication and technology, community development, local autonomy, maupun regional development. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan-kegiatan akademik di Jurusan/Program studi ini akan lebih difokuskan pada kegiatan yang mampu mengembangkan kompetensi dan komitmen para mahasiswa pada pemecahan persoalan-persoalan masyarakat secara mikro dan makro. Sehingga, mereka mendapatkan kompetensi teoritis yang lengkap, selain memiliki kepekaan dan keterampilan praktis pada berbagai perubahan sosial, ekonomi dan kelembagaan dan kepedulian pada masalah-masalah kesejahteraan masyarakat. Kebijakan Universitas untuk pengembangan Jurusan/Program studi juga mendorong adanya penjaminan mutu (Quality Assurance) di tingkat Fakultas dan Jurusan/Program studi. Pembentukan kelompok gugus pada tingkat Fakultas dan Jurusan untuk melakukan quality assurance seperti: benchmarking, ujian bersama untuk mata kuliah yang paralel, menentukan standar untuk calon sarjana, dan monitoring dan evaluasi kualitas proses belajar mengajar (PBM) adalah hal-hal yang diusulkan oleh Universitas bagi Jurusan dan Program studi. Perubahan wacana, baik di tingkat nasional maupun internasional, tentang PBM Pendidikan Tinggi dari teaching oriented ke learning oriented mendorong perubahan pula pada proses perencanaan di berbagai tingkat institusi Universitas. Saat ini jurusan dan program studi yang ada didorong untuk mengembangkan model Perencanaan berbasis evaluasi diri secara berkala terutama untuk menentukan program dan aktivitas jangka menengah dan tahunan (Renstra dan Renop). Di dalam perencanaan tersebut selain merancang program-program dan aktivitas yang mendukung PBM, juga merencanakan soal pengembangan sumberdaya manusia (SDM) institusi sesuai dengan kebutuhan.(**)

Tips : MENIKMATI TULISAN

Kegiatan mencari ilmu dapat dilakukan dengan beragam cara. Bagi kita, umumnya itu dilakukan dengan kegiatan formal, seperti bersekolah, baik ke pendidikan formal maupun nonformal. Selain itu, kegiatan mencari ilmu dapat pula dilakukan dengan mengfungsikan beragam indera kita. Indera penciuman digunakan untuk mengetahui beragam bau. Indera pendengaran digunakan untuk mendengarkan rekaman suara berkualitas dan bernilai pendidikan. Indera pencecapan digunakan untuk membedakan beragam rasa (tactile). Indera perasaan digunakan untuk menilai hati dan beragam pikiran. Satu lagi, indera penglihatan digunakan untuk menikmati semua nikmat Tuhan yang terlihat. Dan kita fokus ke bagian ini: menikmati tulisan.


Kita sering membaca buku. Sebagian orang menggunakan kegiatan membaca sebagai hobi atau kegemaran. Namun, banyak orang menggunakan kegiatan membaca sebagai kewajiban  karena menjadi bagian dari mata rantai tugas harian. Dan jenis ini adalah terbanyak dilakukan oleh kalangan akademisi, seperti siswa/ mahasiswa, guru/ dosen, dan peneliti.

Namun, banyak orang membaca buku dengan tidak sempurna. Beragam ketidaksempurnaan itu dilakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, aku akan berbagi kiat atau tips membaca efektif. Ketiganya adalah memilih topic bacaan, usahakan menyelesaikan, dan memilih waktu.
Tips 1: Memilik Topik Bacaan
Kita suka membaca buku karena “paksaan”. Kegiatan membaca buku masih dinilai sebagai beban. Kita jarang menggunakan kegiatan membaca sebagai kebutuhan. Satu penyebab utama yaitu kesalahan memilih topic bacaan. Oleh karena itu, hendaknya kita memilih topic bacaan yang menarik.
Topik buku yang menarik tentu sering berhubungan dengan profesi. Mengapa? Agar isi buku dapat menunjang karier. Oleh karena itu, hendaknya kita membaca buku-buku yang relevan dengan profesi kita saat ini. Dari sekadar menyalurkan hobi, kita menambah wawasan untuk memperbaiki kualitas profesi.
BASKOM Edisi# 1 September 2012
Secara tidak sadar, kita akan termotivasi untuk menyelesaikan pembacaan buku itu. Kita terpancing untuk menyelesaikan buku itu sekali duduk. Ada rasa ingin tahu yang sedemikian besar dalam hati jika isi buku belum terbaca semua. Maka, motivasi untuk menyelesaikan buku itu merupakan nilai termahal karena topic buku memang menarik hati.
Tips 2: Usahakan untuk Menyelesaikan
Ketika membaca buku, hendaknya kita pandai-pandai memilih buku. Usahakan agar buku itu tidak terlalu tebal. Mengapa? Agar buku itu terselesaikan membacanya dalam sekali duduk. Hendaknya kita menghindari menunda menyelesaikan membaca buku. Selesaikan agar pemahaman isi buku tidak sepotong-potong.
Kita suka melipat buku karena belum menyelesaikannya. Menurutku, itu termasuk tindakan kurang baik. Selain merusak buku, penundaan itu mengurangi bobot pemahaman dan memotong pikiran untuk memahami isinya. Pikiran kita akan terganggu karena “aliran pikiran” dihambat. Maka, alangkah baiknya jika kita menyelesaikan buku itu sekali duduk.

BASKOM Edisi# 1 September 2012
Kegiatan membaca buku memerlukan waktu tersendiri. Kegiatan membaca buku tidak dapat dilakukan dengan serampangan. Oleh karena itu, hendaknya kita memilih waktu yang tepat agar kita dapat menyelesaikan buku itu.
Pertama, tengah malam.
Kedua, waktu bepergian.
Ketiga, waktu istirahat kerja.
Selamat mencoba!!!
Dan selamat membaca...

DID YOU KNOW ???

KOMUNIKASI MERUPAKAN SUATU HAL UNTUK DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN MANUSIA, CARA MANUSIA DALAM BERKOMUNIKASI ADA YANG BERKOMUNIKASI DENGAN KOMUNIKASI VERBAL DAN ADA JUGA YANG BERKOMUNIKASI DENGAN KOMUNIKASI NON VERBAL. NAH, BUKAN HANYA KOMUNIKASI VERBAL AJA LOH COMMERS YANG PUNYA BERAGAM BAHASA YANG BERBEDA DI SELURUH DUNIA. MUST KNOW YAA COMMERS BAHASA NON VERBAL YANG SALAH SATUNYA BAHASA TUBUH INIPUN PUNYA PERBEDAAN ARTI YANG BERBEDA 180⁰ DI SETIAP NEGARA. SO, BETTER YOU CEK THIS ONE UNTUK MENGHINDARI SAAT YANG SUPER DUPER AKAN MEMBUAT ANDA CANGGUNG KETIKA BERHADAPAN DENGAN ORANG ASING.

NODDING HEAD (MENGAGUKKAN KEPALA)

Di banyak negara, menganggukkan kepala berati menandakan kamu menyetujui sesuatu. Tetapi, dinegara Yugoslavia, Bulgaria dan Turki. Ini berarti “tidak”. Well, sangat mengejutkan! Di negara-negara Arab, menggerakkan kepala ke atas satu kali menandakan “tidak”, dan di India menggelengkan kepala merarti “ya”!

EYE CONTACT (KONTAK MATA)

Kebanyakan orang di Amerika melakukan eye contact sebagai tanda kejujuran. Kalau tidak berani memandang mata lawan, dinggap tidak jujur. Berbeda dengan anak-anak di Puerto Rico dan Jepang yang diajarkan untuk tidak memandang mata orang dewasa kerana dianggap tidak sopan. Ini sama yaa seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya suku Jawa. Namun dewasa ini kebanyakan orang Indonesia lebih banyak yang menggunakan seperti budayanya orang Amerika. Sedangkan di negara-negara Arab, pria dan wanita tidak dianjurkan untuk saling menatap satu sama lainnya. Hal ini bisa melanggar hukum agama Islam yang melarang adanya kontak mata antara orang yang bukan sesama jenis kelamin.

LEGS AND FEET

Di Amerika dan beberapa negara Eropa, duduk bersilang dengan pergelangan kaki diatas lutut  yang berarti suatu hal yang dianggap keterbukaan sifat orang tersebut. Tapi jika kamu melakukannya di negara-negara Timur tengah mereka mengartikannya  itu suatu hinaan, duduk dengan pergelangan kaki diatas lutut yang lain dengan menunjukkan ujung sepatu kita kepada orang lain itu dianggap sangat kasar oleh masyarakat di sana.

NOSE (HIDUNG)

di Eropa, memegang hidung dianggap biasa. Lain halnya di Inggis menekan hidung berarti rahasia, sementara di Italia berarti “Hati-Hati”. Orang Eropa menganggap wajar jika membuang ingus di tissue atau di saputangan. Orang Asia lebih suka untuk meludah atau menyedot ingus mereka, karena mereka memikirkan bahwa hal tersebut lebih hygenis dibandingkan hatus membuangnya di sembarang tempat.

MENGACUNGKAN JEMPOL

Di banyak negara, mengangkat jempol berarti iya atau bagus. Bisa juga digunakan sebagai isyarat menumpang kendaraan (seperti yang sering dilakukan si mawar di malam hari di pangkalannya DiSawah Lebar, LOH?!). tapi nih beda jauh banget artinya kalau di Yunani, mengangkat jempol ini sebuah hal yang dianggap hinaan. Bahkan di beberapa wilayah di Timur Tengah. Mengangkat jempol menandakan kamu ingin berhubungan seksual dengan orang yang mengangkat jempolnya untukmu. Waw beda jauh banget yaa artinya? Hati-hati deh commers jangan coba-coba ngacungin jempol ke orang Timur Tengah yaaa.

FINGERS CROSSED

Budaya Barat menggunakan gerakan tubuh ini sebagai tanda pengharapan akan keberuntungan. Tapi, di Vietnam ini bisa dianggap sebagai gerakan tubuh yang megartikan serangan dan tidak senonoh. Terutama jika dilakukan saat bersamaan dengan orang lain atau ditunjukkan kepada orang lain. Di Vietnam jari-jari silang dikatakan menyerupai alat kelamin perempuan iwww, jauh banget yaa bedanya sama oranf Indonesia.

THE OK SIGN

Saat ibu jari dan telunjuk membentuk lingkaran, ini berarti “oke” atau “it’s all right”. Di Jepang itu berarti uang, sedangkan di Perancis berarti nol.

DISPLAYING YOUR PALM

Dibanyak negara bagian Amerika, menampilkan telapak tangan kita itu berarti “stop” atau “talk to my hand.” Tapi di Yunani, menampilkan telapak tangan Anda kepada orang lain adalah sikap yang sangat menghina.

V SIGN

Banyak orang yang suka sekali berfoto atau bertemu dengan orang lain lalu membentuk huruf v. Negara-negara di Eropa mengartikan tanda V ini sebagai tanda kemenangann(Victory) atau di negara Amerika mengartikan sebagai tanda perdamaian (Peace). Tapi di Australia tanda V berarti “terserah kamu.”

HANDS

Banyak gerakan non verbal yang bisa kita lakukan menggunakan tangan. Contohnya untuk memanggil orang, ataupun sebagai tanda perpisahan. The American “goodbye”wave, bisa diartikan di banyak negara sebagai pengganti kata tidak. Tapi lain halnya di Italia, yang berarti memanggil seseorang untuk mendatanginya.(**)

Rabu, 12 September 2012

6 BULAN MASA KEPENGURUSAN HIMIKOM

“Keputusan hasil diskusi pada sidang MUKER XII HIMIKOM,  Sabtu (30/6) kemarin memutuskan untuk periode kepenguruaan HIMIKOM kali ini hanya 6 Bulan”

Kebijakan baru dari fakultas yang menyamaratakan masa jabatan tiap organisasi di FISIP akhirnya disepakati untuk dijalani oleh HIMIKOM, periode masa jabatan kepengurusan HIMIKOM kali ini hanya akan dijalani kisaran dari bulan Juli hingga Desember 2012 nanti. Yang pada bulan Januari akan diganti kepengurusan periode selanjutnya. Dengan pertimbangan, jika kepengurusan kali ini hanya 6 bulan diyakini lebih efektif dibandingkan kepengurusan yang hingga 1 tahun 6 bulan yang dikhawatirkan akan adanya kepasifan organisasi.

Sedangkan jika pengurus meneruskan untuk menggunakan masa jabatan yang 1 tahun, maka organisasi HIMIKOM akan dilegalkan kepengurusannya olaeh pihak fakultas. Dengan demikian pengurus HIMIKOM beserta bu Gushevinalti berdiskusi akan masalah ini pada sidang MUKER XII HIMIKOM pada Sabtu (30/6) kemarin, dengan hasil pada periode masa jabatan pengurus HIMIKOM kali ini hanya 6 Bulan saja, dengan syarat adanya surat edaran dari fakultas resmi yang menyatakan bahwa kepengurusan periode ini hanya memiliki masa jabatan 6 Bulan saja, dan surat tersebut telah diturunkan oleh pihak fakultas pada Senin (13/8).

Dengan adanya keputusan dari kebijakan yang baru ini, membuat para pengurus harus membuat sebuah proker dan raker yang terbaru dengan sebaik mungkin sehingga pengurus HIMIKOM kali ini dapat menjalani semaksimal mungkin kepengurusannya dengan periode masa jabatan yang hanya 6 Bulan ini, dan tentunya membuat kita banyak yang bertanya hal Apakah yang dapat dilakukan para pengurus HIMIKOM kali ini hanya dengan 6 Bulan, sedangkan pengurus yang memiliki periode masa Jabatan selama 1 tahun saja belum tentu dapat menjalankan kepengurusan HIMIKOM dengan baik? Sanggupkah pengurus HIMIKOM kali ini menjalani masa kepengurusan ini semaksimal mungkin? Dengan begitu maka para pengurus HIMIKOM periode masa jabatan kali ini harus dapat benar-benar menjalankan apa yang telah diamanatkan di Amanat Muker walaupun jika dipikir –pikir ini merupakan masa kepengurusan yang sangat berat, karna pengurus HIMIKOM kali ini harus dapat membuktikan kinerjanya hanya dengan jangka waktu 6 Bulan saja.

Semangat dari para pengurus HIMIKOM yang pastinya akan menjalankan kepengurusan HIMIKOM kali ini, merupakan peluru utama yang membuat pengurus HIMIKOM optimis bahwa kami akan dapat dengan baik dalam menjalankan amanah yang ada dalam Amanat Muker XII kemarin yang tentunya tidak terlepas  karna adanya juga kekompakan dan kerja sama yang baik diantara para pengurus HIMIKOM, dan juga bantuan dari para senior dan para pihak yang bersangkutan dalam membantu mewujudkan harapan yang terdapat di dalam Amanat Muker HIMIKOM XII.Tentunya dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan adanya manfaat yang dapat membantu HIMIKOM agar dapat menjadis organisasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. (dni_red)